Noel Bongkar Dugaan Aliran Dana Ormas di Kasus Pemerasan K3, Sebut Tak Berbasis Agama

Noel mengungkap dugaan keterlibatan organisasi masyarakat (ormas) dalam kasus pemerasan sertifikat K3

Noel Bongkar Dugaan Aliran Dana Ormas di Kasus Pemerasan K3, Sebut Tak Berbasis Agama
Noel Bongkar Dugaan Aliran Dana Ormas di Kasus Pemerasan K3, Sebut Tak Berbasis Agama

INILAHKORAN.ID - Wakil Menteri Ketenagakerjaan periode 2024–2025, Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel, mengungkap dugaan keterlibatan organisasi masyarakat (ormas) dalam kasus pemerasan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang kini menyeret dirinya ke meja hijau.

Noel mengeklaim, salah satu petunjuk penting dalam perkara tersebut adalah aliran dana yang mengalir ke ormas dan partai politik dari praktik dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

Ormas-nya jelas tidak berbasis agama,” ujar Noel saat menjelaskan keterkaitan pihak lain dalam perkara yang menjeratnya sebagai terdakwa.

Didakwa Peras Pemohon Sertifikasi K3 Rp6,52 Miliar

Dalam perkara ini, Noel didakwa melakukan pemerasan terhadap para pemohon sertifikasi atau lisensi K3 dengan nilai total mencapai Rp6,52 miliar, sekaligus menerima gratifikasi selama periode 2024–2025.

Pemerasan tersebut diduga dilakukan secara bersama-sama dengan 10 terdakwa lain, yakni:
Temurila, Miki Mahfud, Fahrurozi, Hery Sutanto, Subhan, Gerry Aditya Herwanto Putra, Irvian Bobby Mahendro Putro, Sekarsari Kartika Putri, Anitasari Kusumawati, dan Supriadi.

Daftar Pemohon K3 yang Diduga Jadi Korban

Dalam dakwaan, disebutkan sejumlah pemohon sertifikasi K3 yang diduga menjadi korban pemerasan para terdakwa, di antaranya:
Fanny Fania Octapiani, Fransisca Xaveriana, Grhadini Lukitasari Tasya, Intan Fitria Permatasari, Muhammad Deny, Nicken Ayu Wulandari, Nur Aisyah Astuti, Octavia Voni Andari, Shalsabila Salu, serta Sri Enggarwati.


Editor : Firda Rachmawati