Nurunnisa Setiawan Tidak Setuju Pembangunan Kereta Gantung di Kawasan Puncak
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Nurunnisa Setiawan tidak menyetujui pembangunan kereta gantung di kawasan Puncak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Nurunnisa Setiawan tidak menyetujui pembangunan kereta gantung di kawasan Puncak.
Nurunnisa Setiawan yang notabene anak mantan Bupati Bogor Iwan Setiawan ini pun lebih menyetujui pembebasan lahan jalan alternatif ke Puncak untuk selanjutnya dilebarkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
"Saya lebih menyetujui pembebasan lahan jalan alternatif untuk selanjutnya dilebarkan Kementerian PUPR, demi bisa mengurai kemacetan lalu lintas di Kawasan Puncak karena kalau kereta gantung walaupun sudah diusulkan lama Kementerian Perhubungan atau Kementerian Pariwisata Eknomi Kreatif itu adalah destinasi wisata," kata Nurunnisa Setiawan kepada wartawan, Kamis 10 Oktober 2024.
Nurunnisa Setiawan menuturkan, Pemkab Bogor bisa menyediakan anggaran untuk prmbebasan lahan di jalan alternatif utara maupun selatan.
"Dalam upaya pembebasan lahan dan pelebaran jalan alternatif itu kita bisa berbagi tugas, Pemkab Bogor yang membebaskan lahan dan Kementerian PUPR yang melakukan pelebaran jalan alternatifnya," tuturnya.
Selain pembebasan lahan dan pelebaran jalan alternatif, ia juga menyampaikan pentingnya pembangunan fly over di beberapa titik, Jalan Raya Puncak.
"Di beberapa titik kemacetan seperti di Pasar Cisarua, Cipayung Megamendung dan lainnya perlu dibangun fly over. Dan karena Jalan Raya Puncak kewenangannya ada di pemerintah pusat maka itu adalah tugas mereka," sambung Nurunnisa Setiawan.
Politisi Partai Gerindra ini melaniutkan bahwa macetnya lalu lintas di Kawasan Puncak karena banyak wisatawan yang ingin menginap di vila-vila yang mereka sewa.
"Banyak wisatawan yang ingin menginap di vila-vila yang mereka sewa, sementara jalan-jalan menuju vila tersebut sempit. Kalaupun nanti ada mode transportasi massal, belum tentu masyarakat dan wisatawan mau pindah ke moda transportasi massal dari mode transportasi pribadi. Hingga pembebasan lahan pelebaran jalan alternatif lebih solutif dalam mengurai kemacetan lalu lintas di Kawasan Puncak ketimbang kereta gantung," tuturnya.
Editor : Doni Ramdhani
