INILAH, Bandung- Terduga teroris yang diciduk Densus 88 di Desa Pasirmulya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, dikenal ramah kepada tetangga sekitar.
Ketua RW 15, Ikhsan Yuniwar (52) membenarkan tim Densus 88, Rabu (3/4) sore melakukan penggeledahan terhadap rumah yang selama ini ditinggali terduga teroris berinisial TK itu.
Selama ini Ikhsan mengenal TK sebagai sosok pengusaha pakaian yang aktif di dalam kegiatan mesjid setempat periode 2012-2013. Ia mengatakan, usaha yang dijalankan oleh warganya tersebut dilakukan secara online.
Tidak hanya itu, sosok TK dikenal baik dan mudah bersosialisasi. Bahkan warganya tersebut pada 2012-2013 pernah dijadwalkan mengisi kultum di salah satu mesjid yang berada di lingkungan pemukiman. "Yang bersangkutan sering salat subuh, magrib dan isya di
Masjid," katanya.
Namun, ia melihat jika yang bersangkutan terbilang fanatik. Bahkan, pada satu kesempatan diskusi di 2013 seusai salat subuh, menurutnya, TK mennyampaikan pandangannya jika ia tidak menerima sistem pemerintahan Indonesia.
"Pas beres salat subuh pernah diskusi, (ia) tidak pernah nerima sistem pemerintah kita. Harus ada konsep Islam. Kalau mau konsep Islam, dalami dulu Al-quran," ujarnya menyampaikan pandangan kepada TK saat dulu.
Ikhsan melanjutkan, sosok TK yang memiliki istri berinisial YF (35) pun dikenal dermawan sebab pernah saat Lebaran Idul Adha menyalurkan kurban 1 ekor sapi. Tidak hanya itu, usaha yang dijalankannya pun terbilang berkembang dan maju.
Namun, dirinya menceritakan sejak menjabat sebagai ketua RT pada 2013, perilaku TK cenderung berbeda jika saat bertemu. "Kalau ketemu kaya yang gak kenal saya. Pernah ketemu, biasa aja (sikapnya)," katanya.
Padahal menurut Ikhsan, beberapa waktu sebelumnya, jika diajak berbicara terbilang komunikatif. Ia pun mengaku terakhir bertemu dengan TK pada Jumat dua pekan lalu.