Oded Resmikan Taman Kehati di KBU

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengapresiasi  pembangunan Taman (Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang digagas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung.

Oded Resmikan Taman Kehati di KBU
(Istimewa)

INILAH, Bandung- Wali Kota Bandung Oded M Danial mengapresiasi  pembangunan Taman (Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang digagas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung.

Pasalnya, dengan adanya pembangunan taman ini dinilai mampu meningkatkan keanekaragaman hayati dan mendukung konservasi flora dan fauna yang berada di Kawasan Bandung Utara (KBU). 

Pemerintah dalam hal ini DLHK terus menggenjot pembangunan yang diharapkan berfungsi dengan produktif dan memberikan dampak yang signifikan terhadap permasalahan bencana yang saat ini sedang terjadi.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan, hari ini pihaknya telah meresmikan dan sangat mengapresiasi agenda pembangunan Taman Kehati yang dilakukan di wilayah Kawasan Bandung Utara (KBU),  jumlah bibit pohon  yang akan ditanam sebanyak dua ribu pohon dan akan terus ditambah.

“Kami dari pemerintah kota Bandung dengan luas lahan 4,6 Ha, di wilayah kelurahan Palasari kecamatan Cibiru telah meresmikan wilayah konservasi air dan tanah yang disebut dengan Taman Kehati, karena aneka ragamannya nanti akan ditanam berbagai macam tanaman yang produktif, seperti rambutan, mangga, duren dll. Kedepan, dengan adanya pohon-pohon hayati ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penahan air saja agar air tidak turun kebawah,”katanya usai meresmikan pembangunan Taman Kehati di Kelurahan Palasari Kecamatan Cibiru, Selasa (30/4).

Mang Oded menjelaskan, Hal yang paling penting yang perlu disampaikan, lahan ini apabila kita tidak ambil alih tidak menutup kemungkinan bencana banjir akan terus menerus terjadi. Itu karena pembangunan yang dilakukan secara terus menerus tanpa adanya lahan yang berfungsi sebagai penahan air dan penyangga tanah.

“Ini kalau tidak ditahan oleh kita pemerintah, kita bisa melihat pembangunan perumahan secara terus menerus menghabiskan lahan. Kalau tanah ini milik pemerintah kita bisa kelola dan manfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, namun sebaliknya kalo milik warga kita tidak bisa apa-apa, warga punya hak karena ini tanah mereka,”jelas Oded.

Lebih jauh Oden menjelaskan, total luas untuk membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) saat ini mencapai  76 Ha meliputi Kawasan Bandung Utara, dengan adanya pembangunan ini diharapkan mampu membantu program RTH pemerintah kota Bandung.

“Kewajiban Pemkot Bandung dalam menghadirkan RTH itu sebesar 30% dan saat ini kita baru mencapai 12%, Jadi yang jelas kita ingin konsep untuk tahun depan, kita ingin membangun RTH ini dengan berbagai model terintegrasi semua. Dan beberapa bulan kebelakang pemkot Bandung juga telah melakukan penanaman di daerah Punclut,”ujarnya.

Senada dengan Wali Kota Bandung Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung Kamalia Purbani menuturkan, dasar dari pembentukan Taman Keanekaragaman Hayati ini ada pada Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta untuk berkontribusi terhadap pencapaian RPJMD Kota Bandung Tahun 2018-2023 pada Misi 4 “ Mewujudkan Bandung nyaman melalui perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur, serta pengendalian pemanfaatan ruang yang berkualitas dan berwawasan lingkungan. 

“Pembangunan ini mengacu pada UU Nomor 32 Tahun 2009 dan RPJMD Kota Bandung, dengan tujuan untuk memperbaiki struktur tanag resapan air, menambah ruang terbuka hijau, mengatasi permasalahan banjir dan tanah longsor, memperbaiki muka air tanah dan kualitas udara segar,”tuturnya.

Kamalia menjelaskan, dalam kegiatan aksi ini melibatkan kurang lebih 500 orang dari berbagai lembaga dan instansi yang turut berkontribusi dalam mensukseskan pembangunan Taman Kehati sedangkan anggaran sedang kita susun dan butuh dorongan dari pemrov Jabar.

“Unsur yang hadir ada dari pemerintah, unsur Perguruan Tinggi, pegiat lingkungan, dan seluruh lapisan masyarakat, dan untuk Detail Engineering Design (DED) sudah dianggarkan sebesar 200 juta,”jelasnya. (Agus).


Editor : Bsafaat