Ojeg Jalan Alternatif dan 'Polisi Cepe' akan Dibina oleh Rudy Susmanto - Jaro Ade
Wakil Bupati (Wabup) Bogor terpilih Ade Ruhandi (Jaro Ade) menuturkan akan membina ojeg jalan alternatif di Kawasan Puncak maupun 'polisi cepe'.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wakil Bupati (Wabup) Bogor terpilih Ade Ruhandi (Jaro Ade) menuturkan akan membina ojeg jalan alternatif di Kawasan Puncak maupun 'polisi cepe'.
Hal itu, agar Kawasan Puncak tetap menjadi favorit wisatawan dan otomatis bisa meningkatkan raihan pendapatan asli daerah (PAD)
"Lebih baik ojeg jalan alternatif di Kawasan Puncak maupun 'polisi cepe' dirangkul dan dibina oleh pemerintah daerah, Rudy Susmanto - Jaro Ade kedepan akan membina dan mengkordinir mereka ke dalam satu komunitas," kata Jaro Ade kepada wartawan, Rabu, 1 Januari 2025.
Dalam upaya membina dan mengkordinir mereka ke dalam satu komunitas, maka Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) harus turun ke bawah.
"Ada Disbudpar, Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar), Kelomp9k Sadar Wisata (Pokdarwis) dan juga Desa Wisata yang akan membina para ojeg jalan alternatif di Kawasan Puncak maupun 'polisi cepe'. Nanti pembiayaannya, bisa dari Pemkab Bogor atau dana Corporate Social Responsbility (CSR) dari pengelola hotel, restoran dan objek wisata," sambung Jaro Ade.
Ia berlasan melakukan pembinaan dan pengkordinoran para ojeg jalan alternatif di Kawasan Puncak maupun 'polisi cepe' karena mereka juga bisa berperan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Kalau mereka dibina dan dikordinir oleh Pemkab Bogor, mereka bisa jadi guide objek - objek wisata yang baik, lalu tingkat kunjungan wisatawan dan raihan PAD pun meningkat. Pajak hasil PAD pun nantinya akan kami kembalikan ke rakyat dalam bentuk pembangunan insfrastruktur maupun Sumber Daya Manusia (SDM)," tutur Politisi Partaoi Golkar tersebut.
Ia juga mendukung, Kepolisian, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Pemerintah Kecamatan (Pemcam) melakukan patroli secara rutin demi kenyaman wisatawan.
"Getok harga atau pungutan liar (Pungli) jangan sampai terjadi lagi di Kawasan Puncak maupun objek wisata lainnya di Bumi Tegar Beriman, biar Kawasan Puncak maupun Kabupaten Bogor kembali menjadi destinasi wisata nasional," tukas Ketua DPRD Kabupaten Bogor periode 2014 - 2018 tersebut. ***
Editor : Ahmad Sayuti

