Pak RW dari Majalaya Ikut Kawanan Pembobol Minimarket, di Hadapan Polisi Dia Hanya Bisa Begini

Dari mengurus warga, kini AEH diurus polisi. Aksi Pak Ketua RW dari Majalaya, Bandung, ikut kawanan pembobol minimarket sungguh memalukan.

Pak RW dari Majalaya Ikut Kawanan Pembobol Minimarket, di Hadapan Polisi Dia Hanya Bisa Begini
Polisi memperlihatkan barang bukti aksi pembobolan mini market yang dilakukan seorang Ketua RW di Majalaya beserta empat kawanan perampok lainnya, Senin 13 Desember 2021.

INILAHKORAN, Soreang – Dari mengurus warga, kini AEH diurus polisi. Aksi Pak Ketua RW dari Majalaya, Kabupaten Bandung, ikut kawanan pembobol minimarket sungguh memalukan.

Tak heran, saat dihadapkan aparat Polresta Bandung di hadapan wartawan, di Soreang, Senin, 13 Desember 2021, AEH hanya bisa tertunduk. Pak Ketua RW dari Majalaya itu seperti menyesali perbuatannya.

Dia mengaku tergoda untuk melakukan kejahatan. Pasalnya, berkali-kali ajakan dari para pelaku lainnya untuk melakukan aksi itu. Para pelaku lainnya itu adalah kawan-kawan Pak Ketua RW dari Majalaya.

Selain itu, aksi kejahatan itu juga dia lakukan dalam keadaan yang cenderung terpaksa. Dia mengaku tak memiliki pekerjaan.

Baca Juga: Ternyata, Ini Alasan Ketua RW di Majalaya Tergiur 'Nyambi' Jadi Pembobol Mini Market

“Mereka datang ke rumah saya dan merencanakan dan mengajak saya. Karena nggak punya pekerjaan saya mau ikut,” katanya.

Tapi, Pak RW dari Majalaya itu menegaskan dirinya tak selalu ikut dalam aksi kejahatan komplotan tersebut.

“Kalau saya baru dua kali ini ikut membobol. Saya menyesal melakukan kejahatan ini,” katanya tanpa menyebut dua lokasi minimarket yang dia bobol itu.

Baca Juga: Ya Ampun! Ketua RW di Majalaya Terlibat Aksi Pembobolan 9 Mini Market Lintas Daerah

Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan mengatakan, lima orang pelaku pembobolan minimarket ini warga Bandung dan Banten. Tiga orang di antaranya adalah residivis.

Mereka merencanakan aksinya itu saat di antara pelaku masih sama-sama menjalani hukuman di Lembaga Permasyarakatan (LP) di Banten. Selepas dari LP, mereka bertemu di rumah pelaku yang juga sebagai RW di Kecamatan Majalaya.

“Modusnya mereka berkeliling pakai mobil sewaan. Kalau menemukan mini market yang sudah tutup, mereka bobol dengan cara masuk lewat atap, lewat pintu rolling door hingga membobol tembok,” kata Hendra.

Baca Juga: Kelompok Komplotan Begal di Soreang dan Kutawaringin Lukai Bibir Korban dengan Sabetan Golok

Hendra menjelaskan, setelah masuk ke dalam minimarket, mereka mengambil berbagai barang berharga. Termasuk membawa dan membongkar paksa sebuah brankas penyimpanan uang. (rd dani r nugraha)


Editor : inilahkoran