Panen Raya Semangka AMARA F1 Dongkrak Potensi Hortikultura Nagara

Nagara menggelar panen raya semangka AMARA F1 yang memperkuat potensi hortikultura dan produktivitas petani di Hulu Sungai Selatan.

Panen Raya Semangka AMARA F1 Dongkrak Potensi Hortikultura Nagara
Nagara menggelar panen raya semangka AMARA F1 yang memperkuat potensi hortikultura dan produktivitas petani di Hulu Sungai Selatan. (Foto: Diskominfo SP Kabupaten Hulu Sungai Selatan)

INILAHKORAN.ID - Wilayah Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sentra hortikultura strategis nasional.

Hamparan lahan rawa dan kawasan perairan sungai di wilayah tersebut mampu menggerakkan perekonomian daerah melalui produktivitas sektor pertanian tanaman pangan dan buah-buahan.

Salah satu komoditas andalan di tiga kecamatan, yakni Daha Selatan, Daha Utara, dan Daha Barat, adalah Semangka. Lahan budidaya Semangka di wilayah ini mencapai ratusan hektare dengan produktivitas yang tinggi. Kondisi tersebut didukung penggunaan varietas unggul, salah satunya Semangka AMARA F1, varietas hibrida nonbiji.

AMARA F1 dikenal memiliki pertumbuhan tanaman yang vigor, daya adaptasi tinggi di dataran rendah, serta ketahanan terhadap penyakit busuk batang (Gummy Stem Blight). Varietas ini juga memiliki potensi hasil panen tinggi dengan daging buah yang manis dan renyah.

Keunggulan tersebut membantu petani menekan risiko kerugian sekaligus meningkatkan daya saing komoditas hortikultura Nagara di pasar regional dan nasional.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi para petani di tengah cuaca ekstrem sekaligus momentum memperkuat ekosistem pertanian berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan berkolaborasi dengan PT East-West Seed Indonesia (EWINDO) menggelar Festival Panen Raya Semangka AMARA bertajuk "Semarak Panen Raya AMARA F1".

Festival tersebut dihadiri sekitar 500 undangan yang terdiri atas puluhan pejabat Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan lebih dari 400 petani Semangka. Bupati Hulu Sungai Selatan Syafrudinnor, S.E., S.Sos., hadir didampingi Wakil Bupati Suriani, S.Sos., M.AP., Sekda Drs. H. Muhammad Noor, M.AP., serta Kepala Dinas Pertanian Hj. Lutfiana, S.P., M.P.

Dalam sambutannya, Bupati Hulu Sungai Selatan menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam memajukan pertanian daerah.

"Panen raya ini merupakan hasil sinergi Pemerintah Daerah bersama PT East West Seed Indonesia (Cap Panah Merah), pemerintah kecamatan dan desa, penyuluh, serta para petani," kata Syafrudinnor dalam keterangan persnya.

Managing Director EWINDO Isak Heryawan menyampaikan hal serupa. Menurutnya, kolaborasi antara perusahaan penyedia benih, pemerintah, mitra penyalur, dan kelompok tani menjadi fondasi utama keberhasilan hilirisasi pertanian.

"Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan nasional. Festival ini bukan sekadar perayaan hasil panen, melainkan bentuk apresiasi nyata atas kerja keras petani Nagara sebagai salah satu aktor penting penopang sistem pangan nasional, serta wadah untuk memperkuat transfer pengetahuan budidaya pertanian yang berkelanjutan," ujar Isak.

Selain agenda edukasi dan diskusi pertanian, festival tersebut menampilkan keunikan budaya lokal Nagara yang berbasis perairan.

Salah satu agenda utama adalah Parade Jukung Hias yang diikuti 50 perahu tradisional atau jukung. Perahu-perahu tersebut dihias secara kreatif oleh masyarakat dan berlayar menyusuri aliran Sungai Nagara.

Panen raya juga dimeriahkan Kontes Bobot Semangka yang diikuti puluhan peserta dari berbagai kelompok tani. Salah satunya Kelompok Tani Rakat Mufakat, Desa Baruh Jaya, Kecamatan Daha Selatan, yang mencatatkan bobot Semangka AMARA F1 terberat hingga 14 kilogram.

Abdul Hamid, salah seorang petani yang telah bertahun-tahun menggunakan benih Semangka dari Cap Panah Merah, menilai perhatian dan pendampingan dari pemerintah daerah serta EWINDO memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas panen masyarakat.

"Kami para petani sangat bersyukur dan mengapresiasi perhatian Pemerintah Daerah serta EWINDO yang telah memfasilitasi acara ini. Varietas AMARA F1 sangat memuaskan bagi kami karena tanamannya tahan penyakit, perawatannya relatif mudah, dan hasil buahnya besar, manis, serta sangat disukai pasar," kata Abdul Hamid.

"Kami berharap dukungan pendampingan teknis dan kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut ke depannya agar pertanian di Nagara makin maju," tambahnya. ***


Editor : Gin gin T Ginulur