Menjemput Mimpi di Pintu Perguruan Tinggi
PINTU kuliah bagi mahasiswa kurang mampu kembali diperlebar. Kuota KIP Kuliah 2027 bertambah menjadi 220.000 penerima.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Ada kabar baik bagi calon mahasiswa yang berharap bisa melanjutkan pendidikan tinggi dengan dukungan beasiswa.
Kuota penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada 2027 mendapat tambahan, seiring penyesuaian anggaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Pemerintah menambah anggaran KIP Kuliah sebesar Rp1,267 triliun. Penambahan itu menjadi bagian dari penyesuaian pagu anggaran Kemdiktisaintek untuk Tahun Anggaran 2027 yang kini mencapai Rp66,440 triliun.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan tambahan anggaran tersebut akan diarahkan untuk memperkuat dukungan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa melalui KIP Kuliah.
"Tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk memperkuat dukungan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa melalui KIP Kuliah," kata Brian, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (22/9).
Tambahan anggaran itu datang bersamaan dengan kabar mengenai bertambahnya kuota penerima KIP Kuliah untuk mahasiswa baru pada 2027.
Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Perguruan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek Sandro Mihradi mengatakan kuota yang sebelumnya direncanakan sebanyak 90.000 mahasiswa baru mendapat tambahan 130.000 penerima.
Dengan tambahan tersebut, total kuota penerima KIP Kuliah untuk mahasiswa baru pada 2027 menjadi 220.000 mahasiswa.
"Tadinya memang anggarannya, waktu pas RDP (Rapat Dengar Pendapat) itu kan sempat untuk anggaran 2027 buat mahasiswa baru itu 90.000 mahasiswa baru saja. Alhamdulillah, kemarin sudah ada kabar, akan ada tambahan 130.000, sehingga totalnya 220.000 (mahasiswa) untuk tahun 2027," ujar Sandro.
Angka tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi. Dukungan pembiayaan diharapkan dapat membantu mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi tetap melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. (gin)
Editor : Inilahkoran

