Panik, Balita di Tasikmalaya Terkunci dalam Mobil

Panik, Balita di Tasikmalaya Terkunci dalam Mobil
EVAKUASI: Petugas Damkar Kota Tasikmalaya saat membuka paksa pintu mobil untuk mengevakuasi anak kecil yang terjebak di dalamnya. Kepanikan sempat melanda selama hampir 1,5 jam.(INILAH/NUNUNG NUROHMAN)

INILAH, Tasikmalaya- Kepanikan menyelimuti Novela saat menyadari anaknya yang masih berusia 1,5 tahun terkunci sendirian di dalam mobil Daihatsu Sigra di Kampung Arsani, Kelurahan Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Senin (26/10).

Kunci mobil yang semula berada di tangan sang ibu ternyata sudah berpindah ke tangan buah hatinya. Tanpa disadari, seluruh pintu kendaraan terkunci otomatis.

Novela pun tak bisa lagi membuka pintu mobil dari luar, sementara anaknya masih berada di dalam bersama kunci kendaraan yang tengah dijadikan mainan.

Situasi itu membuat Novela panik. Setelah sekitar setengah jam berupaya menghadapi keadaan tersebut, ia akhirnya meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tasikmalaya.

Koordinator Lapangan Damkar Kota Tasikmalaya, Hendrik, menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika Novela masuk ke dalam mobil bersama anaknya. Saat hendak berpindah ke kursi pengemudi, pintu kendaraan tertutup dan sistem penguncian otomatis membuat seluruh pintu tak bisa dibuka dari luar.

“Orang tuanya masuk ke dalam mobil bersama anaknya. Pas menutup pintu, orang tuanya lupa kunci disimpan ke anaknya yang masih umur 1,5 tahun. Seluruh pintu mobil terkunci otomatis dari dalam. Kunci mobil ternyata tengah dipegang sama anaknya,” kata Hendrik.

Menurut Hendrik, selama berada di dalam mobil, anak tersebut memainkan kunci kendaraan yang dipegangnya. Kondisi itu membuat sang ibu semakin kesulitan untuk membuka pintu mobil.

Laporan kejadian diterima Damkar Kota Tasikmalaya pada pukul 12.53 WIB.

Tak ingin berlama-lama membiarkan balita tersebut berada di dalam kendaraan yang terkunci, Regu 2 Damkar langsung bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 12.55 WIB.

Petugas kemudian melakukan evakuasi dengan mengikuti prosedur operasional standar (SOP). Proses penanganan berlangsung relatif singkat, sekitar lima menit, sejak pukul 12.55 WIB hingga pukul 13.00 WIB.

Kehadiran petugas menjadi penting karena insiden tersebut melibatkan seorang anak yang belum mampu membuka pintu kendaraan sendiri.

“Terkunci ada anak kecilnya,” ujar Hendrik saat menjelaskan kondisi yang dihadapi petugas di lokasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para orang tua agar lebih waspada ketika membawa anak kecil, terutama saat berada di dalam kendaraan. Hal sederhana seperti meletakkan kunci mobil di tempat yang mudah dijangkau anak dapat berujung pada situasi darurat ketika pintu terkunci secara otomatis.

(nunung nurohman/bsf )


Editor : Inilahkoran