Pansus XII DPRD Jabar Siapkan Sejarah Lokal dalam Ranperda Pemajuan Kebudayaan

Aspek sejarah lokal akan dimasukkan dalam naskah akademik Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemajuan Kebudayaan sebagai upaya memperkuat identitas budaya daerah di tingkat provinsi.

Pansus XII DPRD Jabar Siapkan Sejarah Lokal dalam Ranperda Pemajuan Kebudayaan
Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna mengatakan, sejarah lokal menjadi salah satu perhatian utama dalam pembahasan regulasi penguatan sejarah dan lokal. (Foto: Yuliantono/InilahKoran)

INILAHKORAN.ID – Panitia Khusus (Pansus) XII DPRD Provinsi Jawa Barat berencana memasukkan aspek sejarah lokal dalam naskah akademik Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemajuan Kebudayaan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat identitas budaya daerah di tingkat provinsi.

Meski demikian, rencana tersebut masih bersifat terbuka dan dalam tahap pembahasan. Pansus XII DPRD Jabar masih membuka peluang untuk memasukkan aspek-aspek lain yang relevan dalam Ranperda Pemajuan Kebudayaan yang tengah digodok.

Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna mengatakan, sejarah lokal menjadi salah satu perhatian utama dalam pembahasan regulasi tersebut. Selain itu, Peraturan Daerah tentang Pemajuan Kebudayaan milik Kota Cirebon akan dijadikan referensi dan bahan perbandingan.

“Kota Cirebon sudah memiliki Perda tentang Pemajuan Kebudayaan. Ini menjadi masukan penting bagi kami di Pansus XII DPRD Jawa Barat untuk dipelajari dan dijadikan referensi dalam penyusunan Ranperda di tingkat provinsi,” kata Buky, Kamis (15/1/2026).

Menurut Buky, penguatan sejarah dan budaya lokal perlu diakomodasi secara komprehensif dalam regulasi agar pelestarian kebudayaan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga berkelanjutan dan terarah.

Di sisi lain, Buky mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menghadirkan gapura berbentuk Candi Bentar khas Keraton Kacirebonan di sejumlah perbatasan wilayah. Gapura tersebut dinilai sebagai simbol penguat identitas budaya Jawa Barat.

“Keberadaan Candi Bentar dari Keraton Kacirebonan di perbatasan wilayah menjadi penanda identitas budaya yang kuat dan mudah dikenali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Buky menegaskan, keraton-keraton di Cirebon merupakan bagian penting dari sejarah dan kebudayaan Jawa Barat. Nilai historis dan budaya yang dimiliki keraton tersebut perlu terus dijaga, dilestarikan, dan dikenalkan kepada generasi muda, termasuk anak usia dini.

“Keraton-keraton di Cirebon adalah warisan budaya yang sangat bernilai. Ini harus terus dijaga dan diwariskan sebagai bagian dari identitas budaya Jawa Barat,” pungkasnya. ***


Editor : Gin gin T Ginulur