Pasar Kreatif Kota Bandung 2024: Ajang Inovasi dan Kesuksesan Produk Lokal

Pasar Kreatif Kota Bandung 2024 resmi digelar, menampilkan berbagai produk berkualitas tinggi dan inovatif dari 236 pelaku usaha. Acara yang berlangsung di enam mal utama di Bandung ini menjadi wadah penting untuk memperluas jaringan bisnis dan kreativitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak terkait, pasar kreatif ini tidak hanya menjadi barometer kesuksesan produk kreatif lokal, tetapi juga menarik minat wisatawan lokal dan internasional.

Pasar Kreatif Kota Bandung 2024: Ajang Inovasi dan Kesuksesan Produk Lokal
Pasar Kreatif Kota Bandung 2024 resmi digelar, menampilkan berbagai produk berkualitas tinggi dan inovatif dari 236 pelaku usaha. (Foto Istimewa)

INILAHKORAN, Bandung- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung secara resmi kembali menggelar Pasar Kreatif Bandung 2024. Acara ini menghadirkan beragam produk berkualitas tinggi yang kaya akan inovasi.

"Pasar kreatif ini bukan sekadar pameran biasa, tetapi wadah untuk produk unggulan Kota Bandung dengan komitmen menghadirkan produk berkelas," kata Penjabat Ketua Dekranasda Kota Bandung, Linda Nurani Hapsah, Kamis 13 Juni 2024.

Menurut Linda, pasar kreatif tidak hanya sekadar menampilkan berbagai produk, tetapi juga bertujuan memperluas jaringan bisnis dan kreativitas. "Ini tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional dan internasional," ujarnya.

Pertumbuhan Positif dari Tahun ke Tahun

Sejak diluncurkan pada tahun 2020, Pasar Kreatif terus menunjukkan angka positif dari setiap penyelenggaraannya. Linda menyebutkan, pada tahun 2020 pasar kreatif berhasil meraih omzet Rp4 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp4,6 miliar pada tahun 2021.

"Puncaknya pada tahun 2022 dengan omzet Rp8,62 miliar dan tahun 2023 meraih Rp9,3 miliar. Pasar kreatif sudah menjadi barometer kesuksesan bagi produk kreatif lokal. Ini juga berkat dukungan dari dinas terkait dan kemitraan dengan Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) DPD Jawa Barat," tambahnya.

Bandung: Kota Produsen dengan Potensi Besar

Sebagai kota produsen, Bandung harus menghasilkan produk unggulan yang menarik bagi pengunjung. "Bandung adalah kota produsen dengan potensi besar. Wisatawan lokal dan internasional datang ke Bandung, dan kita harus memastikan mereka tertarik untuk membeli produk unggulan kita. Hasilnya tentu akan meningkatkan pendapatan kota dan menggeliatkan sektor UMKM," jelas Linda.

Partisipasi Pelaku Usaha

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny A Nurudin, menyampaikan bahwa pasar kreatif 2024 diikuti oleh 236 pelaku usaha yang sudah terkurasi secara ketat. "Tahun ini ada 236 pelaku usaha yang kami kurasi secara ketat. Tujuannya adalah untuk mempromosikan produk kreatif yang berdaya saing," kata Ronny.

Pasar Kreatif tahun ini diadakan di enam mal, menampilkan berbagai produk unggulan Kota Bandung, seperti fesyen, aksesori fesyen, dekorasi rumah, kerajinan tangan, serta makanan dan minuman dalam kemasan.

Dukungan dari Pusat Perbelanjaan

General Manager Kings Shopping Centre, Dedi Djunaedi, menyampaikan dukungannya terhadap acara ini. "Pameran ini tidak hanya menyediakan produk, tetapi juga menjadi ajang untuk saling bertukar pikiran sehingga bisnis bisa semakin berkembang. Kings aktif berkontribusi dalam memeriahkan Pasar Kreatif 2024," ujar Dedi.

Menurutnya, kegiatan ini mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama bagi para pelaku UMKM yang berkembang dan mampu berdaya saing. "Ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Para pelaku UMKM berkembang dan mampu bersaing," ucapnya.

Jadwal dan Lokasi Pasar Kreatif 2024

* The Kings Shopping Center: 7 - 16 Juni 2024
* Trans Studio Mall: 14 - 23 Juni 2024
* Paris Van Java: 21 - 30 Juni 2024
* Cihampelas Walk: 28 Juni - 7 Juli 2024
* 23 Paskal: 5 - 14 Juli 2024
* Festival Citylink: 12 - 21 Juli 2024

Pasar Kreatif Kota Bandung 2024 siap menjadi ajang inovasi dan kesuksesan bagi produk lokal, menarik minat pengunjung lokal dan mancanegara. *** (Yogo Triastopo)


Editor : Ghiok Riswoto