Karangsong Membara, Tiga Kapal Hangus

Karangsong Membara, Tiga Kapal Hangus
PADAMKAN API: Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar tumpukan jaring ikan di galangan kapal nelayan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (6/8).

ASAP hitam membubung tinggi di langit pesisir Karangsong, Kabupaten Indramayu, Kamis (7/8).Dari kejauhan, kepulan itu menjadi penanda kobaran api tengah melahap tiga kapal yang bersandar di pelabuhan.

Warga pun berhamburan mendekat, sementara suara sirene mobil pemadam memecah suasana siang yang semula tenang.Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 13.20 WIB. Tak lama berselang, personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu langsung bergerak menuju lokasi.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, mengatakan pihaknya mengerahkan lima armada untuk menjinakkan kobaran api. Tiga unit berasal dari Damkar Kabupaten Indramayu, sedangkan dua armada lainnya mendapat dukungan dari Kodim.

“Kami menerima laporan sekitar pukul 13.20 WIB, kemudian langsung mengerahkan tiga armada damkar dan dua armada dari Kodim untuk melakukan pemadaman,” ujarnya, seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (6/8).Sebanyak 11 personel diterjunkan dalam operasi tersebut, terdiri atas tujuh personel dari markas komando dan empat personel dari Pos Damkar Jatibarang. Upaya pemadaman juga dibantu anggota TNI, babinsa, serta warga sekitar yang ikut berjibaku agar api tidak menjalar ke kapal lain.

Namun, pekerjaan petugas tidak mudah. Kepulan asap tebal membatasi jarak pandang, sementara embusan angin kencang membuat lidah api cepat membesar sesaat setelah mereka tiba di lokasi.

Kondisi itu membuat petugas harus bekerja ekstra untuk menguasai kobaran.

Sekitar satu jam kemudian, api akhirnya berhasil dikendalikan.

Beruntung, kobaran tidak sempat merembet ke objek lain di kawasan pelabuhan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran meninggalkan kerusakan yang cukup besar. Tiga kapal mengalami kerusakan pada bagian dek. Selain itu, lima tumpukan jaring ikan, dua sepeda motor, satu mobil, serta sejumlah warung di sekitar lokasi ikut hangus dilalap api.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih menjadi teka-teki.

Dugaan bahwa api dipicu saat pengisian solar ke kapal belum dapat dipastikan karena masih didalami aparat kepolisian.

“Penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih didalami oleh pihak yang berwenang,” kata Jajat.

Sementara itu, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Adapun besaran kerugian yang ditimbulkan masih dalam proses pendataan.

(gin)


Editor : Inilahkoran