125 Nama Belum Pulang
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Banjar - Laut belum selesai menyimpan cerita KM Virgo Transport 8.Pada hari kedelapan operasi pencarian, Minggu (20/9), tim SAR gabungan masih menyusuri perairan Masalembo, Laut Jawa.
Di bawah permukaan air, tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) kembali turun ke bangkai kapal yang terbalik dan tenggelam, berusaha menemukan mereka yang masih belum kembali.
Upaya itu membuahkan hasil. Sekitar pukul 14.14 WITA, tim penyelam menemukan satu korban meninggal dunia di dalam bodi KM Virgo Transport 8 yang berada di dasar laut. Korban kemudian dievakuasi pada pukul 15.15 WITA menuju KN SAR Kamajaya menggunakan sekoci kapal.
Perjalanan evakuasi berlanjut. Pada pukul 16.22 WITA, Helikopter HR 3601 Basarnas membawa korban dari KN SAR Kamajaya menuju Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru. Dari sana, korban akan dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk proses penanganan dan identifikasi lebih lanjut.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan seluruh unsur SAR masih bekerja maksimal untuk mencari dan mengevakuasi korban. Keselamatan personel menjadi perhatian, bersamaan dengan upaya mengoptimalkan unsur penyelam, sarana laut, dan dukungan udara di sekitar lokasi kapal.
“Seluruh unsur SAR terus berupaya maksimal dalam pencarian dan evakuasi korban,” kata Syafii, seperti dikutip dari ANTARA, Minggu (20/9).
Di tengah operasi yang belum berakhir itu, bantuan datang dari daerah. Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) mengerahkan empat personel bersertifikasi Water Rescue dan penyelaman untuk bergabung dalam operasi SAR gabungan.
Keempat personel tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan langsung bergabung dengan tim yang menangani pencarian korban. Kompetensi mereka dibutuhkan untuk menjangkau wilayah pencarian yang berada di bawah permukaan air.
Kepala Damkarmat Kabupaten Banjar Agus Siswanto mengatakan pengerahan personel dilakukan sesuai kemampuan dan sertifikasi yang dimiliki. Bagi tim penyelamat, setiap kemampuan yang dimiliki harus dapat digunakan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
“Penugasan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan tanggung jawab kemanusiaan Dinas Damkarmat Banjar dalam mendukung operasi SAR gabungan, khususnya pada kondisi yang membutuhkan kemampuan penyelamatan di lingkungan perairan,” ujarnya.
Namun, menyelam ke bangkai kapal bukan pekerjaan tanpa risiko. Karena itu, para personel diminta bekerja mengikuti prosedur keselamatan serta arahan unsur SAR yang memegang kendali operasi di lapangan.
“Keselamatan korban adalah prioritas utama, namun keselamatan rescuer juga tidak boleh diabaikan. Setiap tindakan harus dilakukan secara terukur, disiplin dan berdasarkan standar operasional penyelamatan,” kata Agus.
Hingga Minggu pukul 16.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 118 orang telah ditemukan. Sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan 10 orang meninggal dunia. Namun, masih ada 125 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes kapal.
Angka-angka itu menjadi penanda, pencarian belum selesai. KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin pada 12 September 2026 dengan membawa 243 orang. Kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September sekitar pukul 02.00 WITA.
Pada hari yang sama, kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sejak itu, laut menjadi ruang pencarian. Kapal-kapal SAR bergerak, penyelam turun ke kedalaman, sementara dukungan udara digunakan untuk menjangkau wilayah operasi yang luas.
Bagi Agus, keterlibatan personel Damkarmat Banjar bukan semata tugas kedinasan. Ada panggilan kemanusiaan yang membuat kemampuan penyelamatan harus hadir ketika dibutuhkan.
“Bagi kami, tugas penyelamatan bukan sekadar pekerjaan, tetapi merupakan panggilan kemanusiaan. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, kompetensi yang dimiliki harus hadir dan memberikan manfaat,” katanya.
Di daratan, cerita lain berjalan bersamaan. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mulai memastikan hak para korban terpenuhi. Penanganan tidak berhenti pada pencarian dan evakuasi, tetapi juga menyentuh proses identifikasi, pemulangan jenazah, hingga santunan bagi keluarga.
Pelaksana tugas Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Triono mengatakan pemerintah memastikan pemenuhan hak korban berjalan sesuai ketentuan.
Salah satu bentuknya adalah penyerahan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia oleh PT Jasa Raharja dan PT Jasa Raharja Putera di Banjarmasin, Sabtu (19/9).
Tiga korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi, yakni Surya, Muhammad Abdianoor, dan Yuli, telah diserahkan kepada keluarga setelah proses identifikasi di RS Bhayangkara Banjarmasin rampung.
Ahli waris Surya telah menerima total santunan Rp70 juta, terdiri atas Rp50 juta dari PT Jasa Raharja dan Rp20 juta dari PT Jasa Raharja Putera.
Sementara itu, untuk Muhammad Abdianoor dan Yuli, belum ada ahli waris yang melapor untuk proses penyaluran santunan. Masing-masing korban telah memperoleh biaya penguburan sebesar Rp6 juta sebagai bagian dari penanganan awal.
“Untuk ahli waris yang sudah melapor, proses santunan dapat segera dilakukan, sedangkan untuk korban yang ahli warisnya belum melapor, kami tetap mengawal agar prosesnya dapat dilanjutkan sesuai dengan ketentuan,” ujar Triono.
Laut masih menyimpan 125 nama yang belum ditemukan. Karena itu, pencarian terus berjalan. Para penyelam kembali bersiap, kapal-kapal SAR tetap bergerak, dan dukungan udara terus diarahkan ke sekitar lokasi tenggelamnya KM Virgo Transport 8. (gin)
Editor : Inilahkoran

