Persijap 1-2 Persib: Euforia Langka di Jepara
MENTAL juara jadi penentu keberhasilan Persib Bandung mengakhiri kutukan di Stadion Gelora Bumi Kartini markas Persijap Jepara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Ada satu hukum tidak tertulis dalam sepak bola: sejarah dan statistik sering kali menjelma menjadi beban psikologis yang berat di pundak pemain. Persib mengalami hal itu saat melakoni laga pekan ketiga Super League 2026/2027, Minggu (20/9) malam WIB.
Bagi Persib, lawatan ke kandang Laskar Kalinyamat bukan sekadar laga biasa. Di sana, ada memori kelam musim lalu. Tempat ini menjadi saksi ketidakberdayaan pasukan Pangeran Biru era Bojan Hodak yang takluk 1-2 secara dramatis.
Lebih jauh ke belakang, Persib total gagal memenangi laga di kandang Persijap dalam tiga pertemuan terakhir.
Tak hanya soal kutukan. Maung Bandung datang ke Jepara dengan rasa lelah luar biasa setelah baru saja pulang bertarung habis-habisan di Asia melawan FC Seoul. Namun kali ini, mentalitas sang juara bertahan menjadikan drama yang tersaji berakhir beda.
Laga baru berjalan 13 menit ketika kesunyian malam pecah oleh gemuruh suporter tuan rumah. Sebuah pelanggaran handball tak sengaja oleh Ikhwan Ali Tanamal berujung hukuman penalti.
Eksekusi dingin dari Pirulo bersarang di pojok atas gawang Teja Paku Alam. Papan skor berubah 1-0 untuk Persijap Jepara.
Setelah itu, mentalitas yang berbicara. Tanamal muncul sebagai pahlawan usai sempat jadi pesakitan.
Tujuh menit berselang usai gol Persijap, ia berlari menebus dosanya. Menerima umpan terobosan cerdik dari Mariano Peralta, Ikhwan mengirimkan umpan silang akurat yang langsung disambar oleh tandukan mematikan Thom Haye.
Gol! Kedudukan imbang 1-1, dan pelukan hangat dari rekan-rekan setimnya menghapus seluruh beban di pundak Tanamal.
Memasuki babak kedua, determinasi emosional para pemain Persib kian membara. Di sisi lain, tekanan mental justru mulai berpindah ke lini pertahanan Persijap Jepara.
Puncaknya terjadi pada menit ke-55. Sebuah salah komunikasi yang begitu manusiawi terjadi antara bek kiri Najeeb Yakubu dan kiper Rakasurya Handika saat mengantisipasi umpan lambung Marc Klok.
Di tengah keraguan dua pemain tuan rumah itu, juru gedor asing Persib, Uilliam Barros, melesat bagai bayangan. Dengan insting predatornya, ia menyambar bola sebelum sempat dikuasai kiper, mengubah keadaan menjadi 2-1 untuk tim tamu.
Persib berbalik tertekan di sisa pertandingan. Pelatih Igor Tolic memasukkan pemain-pemain dengan tenaga yang lebih segar. Thom Haye, Beckham Putra, Mariano Peralta, hingga Berguinho adalah nama-nama yang ditarik keluar.
Igor kembali memainkan strategi pragmatis dengan lebih berfokus menjaga sistem pertahanan. Julio Cesar, Ragnar Oratmangoen, Luka Menalo hingga Balsa Sekulic masuk ke lapangan dengan satu instruksi: counter attack.
Tak ada gol tambahan tercipta. Persijap dibuat buntuk oleh kokohnya lini pertahanan Persib. Di sisi lain, kubu tamu pun gagal memanfaatkan beberapa peluang emas.
Hingga peluit panjang ditiupkan, keunggulan Maung Bandung tetap bertahan. Sorakan kebahagiaan para pemain Persib di tengah lapangan bukan sekadar euforia tiga poin, melainkan merayakan runtuhnya tembok kutukan di tanah Jepara.
Papan Klasemen Kemenangan ini melengkapi catatan impresif Igor Tolic dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, ia membawa Persib mencetak sejarah sebagai klub Indonesia pertama yang menang di Korea Selatan setelah menundukkan FC Seoul 1-0 di ajang AFC Champions League Two.S Berkat tambahan tiga poin dari Jepara, Persib kini merangsek naik ke peringkat kelima klasemen sementara Super League dengan koleksi 6 poin dari tiga pertandingan. Sementara itu, Persijap Jepara masih tertahan di dasar klasemen (posisi 16) dengan nol poin. (bsf)
Editor : Inilahkoran

