Pasca Ditertibkan Satpol PP, PKL di KBB Minta Pemda Segera Beri Solusi

ParaPKL menuntut agar Pemkab Bandung Barat memberikan solusi agar mereka bisa berjualan pasca lapaknya ditertibkan di Pasar Tagog

Pasca Ditertibkan Satpol PP, PKL di KBB Minta Pemda Segera Beri Solusi
Para PKL di Pasar Tagog Padalarang KBB merasa tidak adil setelah lapak mereka ditertibkan Satpol PP.

 

INILAHKORAN, Ngamprah - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk memberikan solusi agar mereka bisa tetap berjualan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satpol PP KBB menertibkan puluhan PKL yang berjualan di bahu jalan dan trotoar di kawasan Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Salah satu PKL, Ubed (40) mengaku, saat ini dirinya tengah kebingungan untuk mencari lokasi berjualan usai lapaknya dibongkar Satpol PP KBB.

Baca Juga: Apresiasi Tokoh Pemekaran KBB, Pandji Tirtayasa Ungkap Tugas P4KBB

Ia berharap, pemerintah bisa segera memberikan solusi agar para PKL bisa tetap berjualan.

“Jangan hanya melihat peraturan saja. Pemerintah harus memberikan solusi juga,” katanya saat ditemui wartawan.

Ia mengaku, pihaknya keberatan jika hanya para PKL pagi saja yang ditertibkan. Sementara, sore dan malam ada juga PKL yang berjualan.

Baca Juga: Masa Sewa Kantor KPU KBB Hampir Habis Padahal Pemilu 2024 di Depan Mata

“Alasannya kan peraturan daerah (Perda) dan Undang-undang, tapi lihat yang berjualan disini, ada juga yang sore dan mereka itu berjualan di bahu jalan tapi tidak ditertibkan,” keluhnya.

Oleh karenanya, kata dia, pihaknya meminta Pemda KBB agar dapat memberikan solusi untuk para PKL yang ditertibkan di Jalan Raya Tagog Padalarang.

“Kami minta solusinya, tidak hanya sebatas penertiban," ujarnya.

Baca Juga: Masa Sewa Kantor KPU KBB Hampir Habis Padahal Pemilu 2024 di Depan Mata

Ia menambahkan, pihaknya pun mengerti dan menyadari dan bahwa berjualan di bahu jalan itu melanggar. Namun, pemerintah tidak memberikan solusi.

"Ini tempat kami mencari nafkah untuk makan keluarga,” ucapnya.*** (agus satia negara).

 


Editor : inilahkoran