Apresiasi Tokoh Pemekaran KBB, Pandji Tirtayasa Ungkap Tugas P4KBB
Sebagai dewan P4KB Pandjij Tirtayasa memuji eksistensi KBB yang baru lahir namun namanya sudah melambung tinggi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kehadiran sejumlah tokoh besar yang berkontribusi memekarkan wilayah Kabupaten Bandung menjadi Bandung Barat dalam Milangkala Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) ke-1 mendapat apresiasi dari Dewan Penasehat P4KBB, Pandji Tirtayasa.
"Dua kata, luar biasa ternyata P4KBB itu gede, baru berusia satu tahun ternyata namanya sudah demikian luar biasa," kata Pandji Tirtayasa yang juga Wakil Bupati Serang tersebut.
Pandji Tirtayasa menyebut, hal itu dibuktikan dengan hadirnya tokoh-tokoh besar KBB. Sementara, kalau Plt Bupati Bandung Barat datang itu hal yang wajar.
Baca Juga: KBB Masuk Status PPKM Level 1, Begini Penjelasan Satgas Covid-19
"Tapi ada tokoh-tokoh KBB seperti Kang Ernawan, Pak Tjatja, Pak Apung, Pak Jajang itu tokoh-tokoh besar bisa hadir menghargai undangan P4KBB," sebutnya.
Ia menilai, apabila P4KBB ini sudah besar tinggal seperti apa kiprahnya sekarang. Pasalnya, KBB dibentuk bukan sekadar untuk berdiri, tapi KBB harus memberikan kontribusi positif bagi tumbuh dan berkembangnya Kabupaten Bandung Barat.
"P4KBB harus mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan. P4KBB harus membangun empowering pemberdayaan masyarakat, harus membangun kesadaran politik secara kolektif di masyarakat," terangnya.
Baca Juga: Tunggu Instruksi KPU RI, Jelang Pemulu 2024 Jumlah Pemilih di KBB Terus Bertambah
Ia menuturkan, dengan adanya P4KBB tinggal bagaimana masyarakat itu disadarkan tentang visi ke depan.
"Kalau masyarakat masih bersifat tradisional dan irasional, kita akan sulit memilih pemimpin yang baik," tuturnya.
Oleh karena itu, sambung dia, mereka harus disadarkan tentang hak-haknya dan kewajiban mereka bahwa KBB milik warga Bandung Barat bukan punya calon bupati.
Baca Juga: Komisi IV DPRD KBB Bagja Setiawan Siap Dorong Anggaran Porprov Jabar 2022, Tapi Ada Syaratnya...
"Pilihlah orang baik untuk memimpin KBB ke depan. Dan mereka akan memilih kalau mereka sudah sadar tentang hak dan politik mereka," ujarnya.
Ia menegaskan, hak untuk menentukan pilihan lima tahun itu merupakan hak yang mahal.
"Sangat mahal, salah kita memilih pemimpin, kita akan mengulang kembali kesalahan-kesalahan yang lalu," tegasnya.
Maka dari itu, tambah dia, di sinilah pentingnya P4KBB membangun kesadaran politik masyarakat bahwa memilih pemimpin itu bukan sekadar ritual lima tahunan tanpa memperhatikan masa depan KBB seperti apa ke depannya.
"Itu hal yang penting tentang P4KBB bukan hanya sekadar seremonial, tapi P4KBB memberikan kontribusi positif terhadap tumbuh kembang kesadaran masyarakat," pungkasnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


