Pasca Tabrakan Maut di Bekasi, Anggota DPR Desak Dirut KAI Mundur
DPR meminta Direktur Utama PT KAI untuk meletakkan jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sistemik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Buntut dari kecelakaan tragis yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 april 2026, gelombang desakan pengunduran diri mencuat. Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, secara tegas meminta Direktur Utama PT KAI untuk meletakkan jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sistemik.
Firnando Ganinduto menilai insiden maut tersebut merupakan bukti nyata adanya kegagalan sistem dalam manajemen perkeretaapian nasional. Menurutnya, di era teknologi modern, sistem keselamatan seharusnya sudah mampu memitigasi kesalahan manusia.
"Sistem perkeretaapian modern seharusnya dilengkapi teknologi seperti automatic signaling, train protection system, dan fail-safe mechanism yang mampu mencegah tabrakan meski terjadi human error," ujar Firnando.
Ia menambahkan bahwa insiden ini adalah tanggung jawab manajemen puncak. "Ini adalah tanggung jawab manajemen puncak, kami mendesak Dirut KAI untuk mengundurkan diri," tegasnya.
Senada dengan Firnando, Wakil Ketua Komisi V DPR Saiful Huda juga menyoroti kejanggalan pada sistem persinyalan. Ia mempertanyakan mengapa KA Argo Bromo Anggrek tidak menghentikan perjalanannya saat ada kendala teknis pada rangkaian lain di stasiun tersebut.
Meski tuntutan DPR terdengar heroik, pantauan di media sosial justru menunjukkan reaksi yang sebaliknya. Unggahan berita tersebut dipenuhi oleh komentar pedas warganet yang justru merasa bahwa kinerja DPR sendiri tidak jauh lebih baik.
Banyak netizen yang menganggap desakan mundur tersebut ironis, mengingat banyak anggota dewan yang tetap bertahan meski tersandung berbagai persoalan. Berikut adalah beberapa komentar populer yang menarik perhatian
"Yth DPR, untuk menghindari kecelakaan, gerbong depan dan belakang baiknya diisi DPR " tulis akun @nindatrubus.
"DPR yg kemarin salah gak mundur-mundur, malah pura-pura mundur, diam-diam balik ke posisi semula."@reza.arifpratama
"DPR didesak mundur sama rakyat aja gamau, malah nyuruh-nyuruh mundur," @dleanferdiansyah.
"Lu aja yg mundur, " tulis akun @syamsir11alam.
@dimanr20: "Yg salah sopir taxi, yg di salahin Dirut KAI logikanya di mana ini."
Editor : Firda Rachmawati

