Pasien Positif Covid-19 Dirawat RS Garut Tersisa Dua Orang

Tingkat keterisian tempat tidur perawatan (Bad Occupancy Rate) pasien kasus Covid-19 di rumah sakit (RS) di Kabupaten Garut terus menurun,

 Pasien Positif Covid-19 Dirawat RS Garut Tersisa Dua Orang
Tingkat keterisian tempat tidur perawatan (Bad Occupancy Rate) pasien kasus Covid-19 di rumah sakit (RS) di Kabupaten Garut terus menurun, dan tersisa sebesar 0,52 persen.
 
INILAHKORAN, Bandung- Tingkat keterisian tempat tidur perawatan (Bad Occupancy Rate) pasien kasus Covid-19 di rumah sakit (RS) di Kabupaten Garut terus menurun, dan tersisa sebesar 0,52 persen.
 
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Garut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika setempat Muksin, per 19 April 2022, jumlah pasien konfirmasi positif Covid-19 dirawat di RS rujukan di Garut hanya sebanyak dua orang atau setara 0,52 persen dari total tempat tidur tersedia sebanyak 385 unit tersebar di tujuah RS rujukan.
 
Kedua pasien itu masing-masing dirawat di RS Umum Daerah dr Slamet Garut yang menyediakan sebanyak 150 unit tempat tidur, dan di RS Umum Daerah Pameungpeuk Provinsi Jawa Barat yang menyediakan sebanyak seratus unit tempat tidur.
 
 
Tidak ada pasien kasus Covid-19 dirawat di lima RS rujukan lainnya. Baik di RS Umum Tk IV Guntur (24 unit tempat tidur), RS Umum Nurhayati (31 unit tempat tidur), RS Umum Annisa Queen (40 unit tempat tidur), RS Umum Intan Husada (20 unit tempat tidur) maupun RS Medina (20 unit tempat tidur).
 
BOR di tiga lokasi isolasi terpusat bahkan menunjukkan angka nol persen dari total tempat tidur tersedia sebanyak 294 unit. Baik di Rusunawa yang menyediakan sebanyak 200 unit tempat tidur, Islamic Center (64 unit tempat tidur) maupun di Karangsari selatan Garut yang menyediakan sebanyak 30 unit tempat tidur.(zainulmukhtar)***


Editor : inilahkoran