PCMS Lahirkan Talenta Musik Muda lewat Ajang Battle of The Band

Battle of The Band Vol 2 PCMS di Festival Citylink meloloskan enam band ke final dan menekankan pentingnya kolaborasi dibanding kompetisi musik.

PCMS Lahirkan Talenta Musik Muda lewat Ajang Battle of The Band
Penampilan Varen Band dari PCMS Cabang Mangga Bandung di ajang semifinal Battle of The Band Vol 2 di Festival Citylink, Minggu (24/5). (INILAH/Gin gin T Ginulur)

INILAHKORAN.ID - Suasana penuh antusiasme mewarnai ajang semifinal Battle of The Band Vol 2 Purwa Caraka Music Studio (PCMS) wilayah Jabar di Festival Citylink Kota Bandung, Minggu (24/5). 

Puluhan band dari berbagai cabang PCMS di Jawa Barat tampil menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan juri, orang tua, dan pengunjung yang memadati area acara.

Dalam kesempatan tersebut, Chief Operating Officer (COO) PCMS, Aditya Purwa Putra, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah tampil di panggung kompetisi musik tersebut.

Dia menegaskan, seluruh peserta adalah pemenang atas keberanian mereka tampil dan menunjukkan kemampuan di hadapan publik.

“Selamat untuk semua yang sudah tampil hari ini. Kalian semua keren, kalian semua hebat. Dan apapun hasilnya nanti, kalian harus berbangga hati karena sudah tampil hebat pada hari ini,” ujar Aditya.

Aditya juga mengajak penonton, terutama orang tua dan guru, untuk memberikan apresiasi kepada anak-anak yang telah berjuang di panggung kompetisi tersebut. Menurutnya, dukungan dari lingkungan terdekat menjadi faktor penting dalam perkembangan bakat anak.

Dia menegaskan, keberhasilan anak tidak lepas dari peran orang tua dan guru yang selalu hadir memberikan dukungan.

“Kalau kita lihat, kalian semua di sini tidak akan bisa tampil tanpa dukungan bapak-ibu, papa-mama, dan para guru,” ucapnya.

Dalam suasana yang hangat, Aditya juga menyoroti pentingnya peran guru dalam proses pembelajaran musik. Dia memberikan apresiasi kepada para pengajar yang telah membimbing para peserta hingga mampu tampil di ajang tersebut.

Menurutnya, ajang Battle of The Band bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang belajar bagi para siswa untuk tumbuh dan berkembang bersama.

“Tujuan utama acara ini adalah supaya kita sama-sama berkembang, sama-sama belajar. Karena dalam band, yang paling penting adalah bisa saling mendengarkan dan menjaga satu sama lain,” katanya.

Dia juga menegaskan, kolaborasi harus menjadi nilai utama dalam dunia musik, bahkan lebih penting dibandingkan sekadar persaingan.

“Kita mengajarkan, kolaborasi itu jauh lebih penting daripada kompetisi,” ujarnya.

Aditya mengingatkan, dalam setiap kompetisi selalu ada yang menang dan kalah. Namun, hal itu bukan menjadi tujuan utama dalam ajang yang digelar PCMS tersebut.

Menurutnya, keberanian untuk tampil dan proses belajar yang dialami peserta jauh lebih penting dibandingkan hasil akhir.

“Jangan fokus ikut lomba untuk jadi pemenang. Kita di PCMS bikin acara ini supaya kita berkembang dan belajar bersama,” ucapnya.

Dia juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam memberikan dukungan yang sehat kepada anak-anak. Dukungan tersebut, kata dia, harus mampu membangun kepercayaan diri tanpa memberikan tekanan berlebihan.

“Semua anak bisa didukung, tapi tidak semua anak bisa di-push,” katanya.

Menutup sambutannya, Aditya mengajak seluruh peserta dan orang tua untuk menanamkan nilai, setiap anak bisa merasa hebat tanpa harus menjatuhkan orang lain.

Dari hasil penampilan tersebut, sejumlah peserta berhasil melaju ke babak final. Pada kategori A, tiga band yang dinyatakan lolos adalah Alphaz (Tasikmalaya), Varen (PCMS Cabang Mangga Bandung), dan Hinoki (PCMS Sukabumi). 

Sementara pada kategori B, tiga band yang melaju ke final yakni Water Enough (PCMS Kota Cimahi), Romansa (PCMS Cabang Sukup Bandung), dan Raise Up (PCMS Cabang MIM Bandung). ***


Editor : Gin gin T Ginulur