PDAM Tirta Jati Bidik 50 Ribu Pelanggan, Siapkan Ekspansi ke Kawasan Industri

Plt Dirut anyar Perumda Tirta Jati menargetkan perusahaan tersebut naik kelas dan memperluas jaringan hingga ke kawasan industri

PDAM Tirta Jati Bidik 50 Ribu Pelanggan, Siapkan Ekspansi ke Kawasan Industri
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon, Hendra Chandra Saputra bidik 50 ribu pelanggan baru. Maman Suharman

INILAHKORAN.ID - Perumda Air Minum Tirta Jati menargetkan peningkatan cakupan layanan pelanggan hingga ke kawasan industri. 

Hal tersebut menjadi fokus utama Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon, Hendra Chandra Saputra.

Bahkan, Hendra pun ingin mendorong PDAM Tirta Jati naik kelas dari perusahaan daerah berskala kecil menjadi skala menengah.

Hendra mengatakan, target tersebut sejalan dengan harapan Pemerintah Kabupaten Cirebon agar jumlah pelanggan PDAM terus bertambah hingga menembus angka 50 ribu lebih satu sambungan pelanggan.

"Bupati mengharapkan PDAM bisa menjadi skala sedang dengan pelayanan 50 ribu plus satu pelanggan dan tetap menjaga kondusivitas serta kualitas pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Cirebon," ujar Hendra, Kamis (4/6/2026).

Untuk merealisasikan target tersebut, PDAM Tirta Jati akan melakukan pengembangan jaringan distribusi sekaligus mencari sumber air baku baru guna mendukung perluasan layanan ke wilayah yang belum terjangkau.

Menurut Hendra, pihaknya saat ini tengah memetakan sejumlah potensi sumber air baku, baik yang berada di Kabupaten Cirebon maupun wilayah sekitar, untuk menjamin ketersediaan pasokan air bagi pelanggan baru.

Dia menjelaskan, wilayah timur Kabupaten Cirebon menjadi salah satu prioritas pengembangan layanan. Kawasan tersebut dinilai memiliki prospek pertumbuhan industri yang cukup besar sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan sekaligus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kita harapkan bisa menambah cakupan layanan untuk wilayah timur. Banyak industri yang bisa menambah pendapatan daerah kita," katanya.

Selain wilayah timur, pengembangan jaringan juga direncanakan menjangkau kawasan selatan dan utara Kabupaten Cirebon. Namun demikian, Hendra menegaskan perluasan layanan harus dilakukan secara terukur agar tidak mengganggu pasokan air bagi pelanggan yang sudah ada, terutama saat musim kemarau.

"Jangan sampai dalam kondisi musim kemarau atau kondisi yang berjalan sekarang mengganggu pelayanan yang ada. Jadi kita harus menambah air baku dan menambah jaringan agar bisa menjadi 50 ribu plus satu pelanggan yang diharapkan," ungkapnya.

Hendra mengakui pengembangan jaringan dan penambahan sumber air baku membutuhkan investasi yang cukup besar. Karena itu, PDAM Tirta Jati membuka peluang berbagai bentuk kerja sama guna mendukung pembiayaan proyek pengembangan.

Dia menambahkan, beberapa skema yang dapat ditempuh antara lain kerja sama Business to Business (B2B), Build Operate Transfer (BOT), maupun model kemitraan lainnya yang dinilai mampu mempercepat ekspansi layanan tanpa membebani kondisi keuangan perusahaan.

Meski sempat beredar informasi mengenai kemungkinan masuknya investor dari Jakarta, Hendra memastikan hingga saat ini belum ada kerja sama resmi yang terjalin.

"Saat ini saya mengalir dengan potensi yang sudah ada dulu. Dengan operasional yang kita punya saat ini masih bisa berjalan dan masih dalam kategori aman," ujarnya. 


Editor : Ahmad Sayuti