Kemarau Mengintai, Tirta Jati Cirebon Siapkan Skema Zonasi untuk Jaga Aliran Air
Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon mulai menjaga aliran air untuk mengantisipasi musim kemarau
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ancaman musim kemarau mulai diantisipasi serius oleh Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon. Perusahaan pelat merah itu memastikan pasokan air bersih masih dalam kondisi aman, sekaligus menyiapkan strategi darurat untuk menghadapi kemungkinan penurunan debit air.
Direktur Perumda Tirta Jati, Suharyadi menyampaikan, hingga awal April, produksi air masih mampu menjangkau seluruh pelanggan tanpa kendala berarti. Kapasitas produksi saat ini tercatat mencapai 861 liter per detik.
“Dengan kapasitas produksi mencapai 861 liter per detik, kondisi saat ini masih aman untuk melayani seluruh pelanggan,” kata Suharyadi, Jumat 10 April 2026.
Meski demikian, pihaknya tidak menunggu situasi memburuk. PDAM telah menyiapkan pola distribusi berbasis zonasi sebagai langkah antisipatif apabila terjadi kemarau panjang yang berdampak pada penurunan debit air.
“Jika debit air mengalami penurunan drastis, kami akan menerapkan sistem zonasi dalam pelayanan,” ujarnya.
Dalam operasionalnya, Tirta Jati mengandalkan tiga sumber utama, yakni air permukaan, mata air, serta kerja sama pasokan antarwilayah. Gangguan pasokan disebut paling berpotensi terjadi pada sumber yang bergantung pada aliran sungai.
Namun, sejak beroperasinya sistem irigasi Jatigede pada 2016, tekanan terhadap pasokan air, khususnya di wilayah utara Kabupaten Cirebon, dinilai jauh berkurang.
Menurutnya, sejumlah instalasi pengolahan air (WTP) yang tersebar di Kapetakan, Tawang Sari, Waled, Ciwaringin, hingga Babadan, menurut Suharyadi, masih dalam kondisi aman dan berfungsi normal.
“Alhamdulillah, suplai dari Jatigede sangat membantu menjaga stabilitas debit air, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga,” ucapnya.
Dia menegaskan, PDAM Tirta Jati akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sumber air secara berkala. Ini untuk memastikan layanan tetap berjalan optimal selama periode kemarau berlangsung.
Editor : Ahmad Sayuti


