Atasi Kekeringan di Banyumas, BNPB Salurkan 27.000 Liter Air Bersih
BNPB sudah menyalurkan puluhan ribu liter air bersih untuk mengatasi kekeringan di Banyumnas akibat kemarau
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan sedikitnya 27.000 liter air bersih telah disalurkan untuk mengatasi dampak kekeringan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, bantuan air bersih tersebut didistribusikan menggunakan lima unit truk tangki oleh BPBD Kabupaten Banyumas secara bertahap hingga Sabtu (1/8) malam.
"BPBD bersama pemerintah desa dan relawan bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih bagi warga terdampak," ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulis di Jakarta seperti dikutip dari Antara, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, penurunan curah hujan selama musim kemarau menyebabkan sejumlah sumber air milik warga mengering, sehingga masyarakat kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan laporan Direktorat Pengendalian Operasi BNPB, penyaluran air bersih tahap awal ini mencakup beberapa wilayah, di antaranya Grumbul Tembelang, Desa Sudimara, Kecamatan Cilongok, sebanyak 4.000 liter yang bersumber dari Perumda Pabuwaran.
Selain ke pemukiman warga, bantuan air bersih sebanyak 8.000 liter juga didistribusikan ke Pondok Pesantren Hidayatul Kholil dan Pondok Pesantren An-Najah di Desa Rancamaya, Kecamatan Cilongok.
Tim gabungan BPBD turut menyalurkan masing-masing 5.000 liter air bersih ke Desa Langgongsari dan Desa Cipete di Kecamatan Cilongok, serta Desa Jingkang di Kecamatan Ajibarang.
"BNPB mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan dampak kekeringan ini," tutur Abdul Muhari.
BNPB juga mengimbau pemerintah daerah untuk terus memantau ketersediaan air bersih, mengoptimalkan titik-titik distribusi, serta aktif mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air selama musim kemarau.
Editor : Ahmad Sayuti


