PDAM Tirta Jati Siapkan Zonasi dan Mobil Tangki Hadapi Ancaman Kemarau 2026
Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau tahun 2026
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau tahun 2026.
Salah satu fokus utama yang dilakukan adalah memastikan ketersediaan debit air dari seluruh sumber mata air yang menjadi andalan perusahaan daerah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon, Hendra Chandra Saputra mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi sumber air baku maupun instalasi pengolahan air untuk memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal selama musim kemarau.
“Kami juga sudah melakukan pemetaan wilayah dan menyiapkan sistem zonasi di wilayah tertentu jika terjadi penurunan debit saat kemarau panjang,” ujar Hendra Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, saat ini PDAM Tirta Jati masih memiliki kapasitas cadangan air sebesar 861 liter per detik. Kondisi tersebut dinilai masih aman untuk memenuhi kebutuhan seluruh pelanggan di Kabupaten Cirebon.
Namun demikian, apabila kemarau panjang menyebabkan penurunan debit air secara signifikan, PDAM telah menyiapkan skema distribusi melalui sistem zonasi yang akan dibagi menjadi dua hingga tiga wilayah pelayanan.
“Jika terjadi penurunan debit yang cukup besar, distribusi air akan kami atur melalui sistem zonasi agar pelayanan tetap berjalan merata,” ucapnya.
Selain menyiapkan pengaturan distribusi, PDAM Tirta Jati juga menyiagakan armada mobil tangki untuk membantu masyarakat di wilayah yang terdampak paling parah akibat berkurangnya pasokan air bersih.
“Kami ingin memastikan semua masyarakat yang terdampak kesulitan air bersih tetap terlayani melalui mobil tangki,” akunya.
Untuk menjaga keberlangsungan pasokan air baku, PDAM Tirta Jati memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Langkah tersebut dilakukan guna menjaga ketersediaan air di sumber mata air maupun aliran sungai yang menjadi sumber pasokan utama.
Tak hanya fokus pada kuantitas, perusahaan juga memastikan kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan tetap memenuhi standar kesehatan yang berlaku.
“Pelayanan kepada pelanggan tetap kami prioritaskan, baik dari sisi ketersediaan maupun kualitas air,” ujar Hendra.
Dia menambahkan, sebagai strategi jangka panjang menghadapi perubahan iklim dan cuaca ekstrem, PDAM Tirta Jati juga telah membentuk Tim Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM). Tim tersebut bertugas menyusun berbagai langkah mitigasi dan pengamanan sumber air guna memperkuat ketahanan sistem penyediaan air bersih di Kabupaten Cirebon.
"Melalui berbagai langkah ini kami optimistis mampu menjaga kontinuitas layanan air bersih bagi masyarakat meskipun menghadapi ancaman musim kemarau yang berkepanjangan," tukasnya.
Editor : Ahmad Sayuti


