Pejabat Dishub Kota Bandung Beri Kesaksian Soal Korupsi Pengadaan CCTV 

Salah seorang saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan dugaan korupsi program Bandung Smart City, Kasi Lalu Lintas Jalan Andri Fernando Sijabat, menuturkan sejumlah paket pekerjaan yang dikerjakan oleh Dishub Kota Bandung dengan APBD perubahan tahun anggaran 2022 sebesar Rp47 miliar merupakan atensi dewan.

Pejabat Dishub Kota Bandung Beri Kesaksian Soal Korupsi Pengadaan CCTV 
Salah seorang saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan dugaan korupsi program Bandung Smart City, Kasi Lalu Lintas Jalan Andri Fernando Sijabat, menuturkan sejumlah paket pekerjaan yang dikerjakan oleh Dishub Kota Bandung dengan APBD perubahan tahun anggaran 2022 sebesar Rp47 miliar merupakan atensi dewan.

INILAHKORAN, Bandung - Salah seorang saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan dugaan korupsi program Bandung Smart City, Kasi Lalu Lintas Jalan Andri Fernando Sijabat, menuturkan sejumlah paket pekerjaan yang dikerjakan oleh Dishub Kota Bandung dengan APBD perubahan tahun anggaran 2022 sebesar Rp47 miliar merupakan atensi dewan.

"Untuk bidang saya (Seksi lalu lintas) sekitar Rp7,5 M (miliar), untuk pengadaan CCTV Rp5 M, sisanya Rp2,5 untuk pemeliharaan apill (alat pemberi isyarat lalu lintas)," ungkapnya di dalam persidangan.

Andri bilang, ada sekitar 28 paket pekerjaan yang memakai APBD perubahan tersebut. Lima belas diantaranya dikerjakan oleh PT Marktel senilai Rp6 miliar lebih, dengan Budi Sartika sebagai direktur.

"Sementara 13 paket lainnya itu oleh PT SMA, nilainya Rp 5,4 M lebih melalui pengadaan langsung," bebernya.

Selain soal APBD perubahan, Andri juga menyampaikan dirinya bersama Khairul Rijal sempat bertemu dengan Yudi Cahyadi di salah satu kafe di sekitar Masjid Istiqomah, Kota Bandung.

Pertemuan itu, lanjut Andri, membahas soal pekerjaan yang telah disahkan melalui APBD perubahan. Andri mengaku Yudi Cahyadi sempat bertanya kepada Khairul Rijal dengan nada tinggi.

"Di dalam pertemuan itu yang saya dengar agar pekerjaan pemeliharaan apill ini untuk segera dikerjakan karena pada saat pertemuan itu menjelang akhir tahun, sehingga waktunya mepet," ucap dia.

Ia pun mengakui mendapat informasi dari Khariur Rijal terkait adanya atensi dari dewan terhadap sejumlah paket pekerjaan tersebut yang telah disahkan melalui APBD perubahan. ***


Editor : JakaPermana