Pemprov Jabar Tunggu Instruksi Pusat, Implementasi MBG di Ramadan
Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Erwan Setiawan mengaku, pihaknya akan menunggu instruksi pemerintah pusat, terkait implementasi program Makan Begizi Gratis (MBG) selama Ramadan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Erwan Setiawan mengaku, pihaknya akan menunggu instruksi pemerintah pusat, terkait implementasi program Makan Begizi Gratis (MBG) selama Ramadan.
Termasuk rencana penambahan kuota pemberian MBG kepada siswa di Jawa Barat, yang mana akan menunggu arahan dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terkait teknis penambahan kuota pemberian MBG.
"Kita sedang koordinasikan dengan stakeholder terkait, kita juga sambil menunggu kepulangan Pak Gubernur dari Retret di Magelang. Setelah itu baru kita akan rapatkan (karena) saya disini belum mendapatkan arahan untuk masalah MBG," kata Erwan di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 25 Februari 2025.
Kemungkinan kata dia, baru akan ada informasi lebih lanjut, usai Gubernur Dedi menyelesaikan agenda retret di Magelang, Jawa Tengah yang akan berakhir pada Jumat ini.
Sehingga secara teknis, pelaksanaan program dari pemerintah pusat akan dibahas setelah Dedi Mulyadi atau KDM kembali dari agenda tersebut.
"Nanti mungkin langsung dipimpin oleh Pak Gubernur untuk bagaimana teknis pelaksanaannya di Jawa Barat," ucapnya.
Soal pemberian MBG di masa bulan Ramadan, Erwan juga belum bisa memastikan. Tapi yang pasti kata dia, Jabar siap bila program ini tetap dijalankan di bulan puasa.
"Itu kan program pusat, kita akan mengikuti apa yang menjadi program dari pusat. Kalau pusat melaksanakan itu ya kami di Jawa Barat siap. Tapi kalau di selama di bulan puasa karena kan tidak ada makan siang. Jadi stop dari pusat ya, kita juga laksanakan," katanya.
Bila MBG tetap diberikan di masa bulan puasa, ia yakin pemerintah pusat sudah memiliki skema atau teknis pemberian MBG di bulan tersebut.
"Ya, kita ikuti teknis pusat melaksanakan pasti kan sudah ada dengan teknis segala macam. Kita di daerah sudah siap apapun yang diputuskan oleh pusat. Kita akan laksanakan dengan sebaik-baiknya di daerah," lanjut Erwan.
Sementara Erwan mengklaim pelaksanaan pemberian MBG di Jabar masih berjalan dengan lancar. Ia pun optimistis bersama visi Jabar Istimewa, pelaksanaan program pusat akan menjadi lebih baik lagi.
"Saat ini masyarakat Jawa Barat sangat kondusif ya, masih dalam on the track dalam segi apapun. Ya, Insya Allah dengan program-program kami Jabar Istimewa kita akan semakin lebih baik lagi ke depan," kata dia.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan tetap berjalan, dengan mengubah mekanisme agar makanan bisa dibawa pulang ke rumah oleh para siswa.
"Untuk Ramadan tetap dilaksanakan. Jadi kalau sekolah masuk maka program makan bergizi tetap dilaksanakan. Tetapi mekanismenya berbeda seperti hari biasa, di mana kita akan berikan makan bergizi itu untuk dibawa pulang," ujar Dadan saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Dadan menuturkan bagi siswa yang berpuasa, makanan tersebut dapat dikonsumsi saat berbuka, sementara yang tidak berpuasa dapat memakannya di sekolah secara sembunyi atau di rumah.
Dia menjelaskan bahwa makanan yang disediakan akan dirancang agar tahan lama dan tidak mudah basi. Beberapa contohnya antara lain susu, telur rebus, kurma, kue kering fortifikasi, buah, serta sesekali bubur kacang hijau atau kolak, dengan tetap memperhatikan komposisi gizi.
"Yang jelas sumber komposisi gizinya tetap, di mana di situ ada protein, karbohidrat, dan ada serat," ucapnya.
Terkait kemasannya, Dadan mengatakan pihaknya telah melakukan inovasi. Tahun lalu, program ini menggunakan paperbag, namun tahun ini telah diuji coba di Sukabumi, Jawa Barat dengan menggunakan kantong yang dapat dibawa pulang oleh siswa. ***
Editor : JakaPermana

