Penumpang Bandros Bisa Melonjak 10 Kali Lipat Saat Libur

Dishub Kota Bandung mengantisipasi lonjakan penumpang Bandros hingga 10 kali lipat saat akhir pekan dan libur dengan mempercepat rotasi dan mengatur antrean.

Penumpang Bandros Bisa Melonjak 10 Kali Lipat Saat Libur
Warga menaiki Bandros di Kota Bandung saat akhir pekan. Antusiasme penumpang dapat melonjak hingga 10 kali lipat.

INILAHKORAN.ID-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mengantisipasi lonjakan penumpang bus wisata Bandros pada akhir pekan dan hari libur. Jumlah wisatawan yang menggunakan layanan Bandros diperkirakan dapat meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan hari biasa.

Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan jumlah penumpang Bandros pada hari biasa berada di kisaran 100 hingga 200 orang per hari. Namun, angka tersebut dapat melonjak hingga ribuan penumpang saat akhir pekan maupun hari libur.

“Memang kebanyakan itu pada saat weekend dan libur. Kalau yang normal-normal saja, lompatan-lompatan itu pada saat weekend sama libur itu bisa sampai 10 kali lipat. Misalnya hanya 100-200 kalau sehari, ini sampai kalau weekend itu sampai ribuan, banyak,” kata Rasdian, Kamis (13/8/2026).

Rotasi Bandros Akan Dipercepat

Mengantisipasi tingginya animo masyarakat, Dishub Kota Bandung akan mengatur antrean dan pergerakan penumpang. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mempercepat rotasi perjalanan bus wisata Bandros.

“Ya pasti banyak nanti, ada rotasinya agak dipercepat itu,” ujarnya.

Dengan rotasi yang lebih cepat, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati layanan wisata tersebut tanpa harus menunggu terlalu lama.

Meski demikian, Rasdian memastikan aspek edukasi dan informasi selama perjalanan tetap dipertahankan. Pramuwisata Bandros akan tetap menjelaskan berbagai kawasan yang dilewati kepada para penumpang.

“Setiap tempat-tempat yang nanti dilalui oleh Bandros itu, kita pramuwisatanya akan menyampaikan itu tetap seperti biasa, ini kawasan apa, dibangun tahun berapa,” katanya.

Bandros Lewati Kawasan Cagar Budaya

Rasdian menjelaskan, sejumlah rute Bandros melewati kawasan cagar budaya di Kota Bandung. Karena itu, perjalanan menggunakan Bandros tidak sekadar menjadi sarana rekreasi, tetapi juga memberikan edukasi sejarah kepada wisatawan.

Penumpang dapat memperoleh informasi mengenai kawasan, bangunan bersejarah, serta berbagai destinasi yang dilewati selama perjalanan.

Petugas Disiapkan untuk Atur Antrean

Untuk mencegah kepadatan dan kerumunan, Dishub Kota Bandung juga akan menempatkan petugas di sejumlah lokasi pelayanan Bandros.

Petugas nantinya mengatur antrean sekaligus memastikan tidak terjadi kerumunan maupun aksi saling berebut saat penumpang akan menaiki bus.

“Ya nanti akan diatur, petugas juga ada di situ. Antisipasi kerumunan atau rebutan seperti itu nanti diatur semua, dipasang petugas,” tutur Rasdian.

Peminat Bandros Tak Hanya Warga Bandung

Tingginya minat terhadap Bandros sebenarnya sudah terlihat pada pelaksanaan tahun sebelumnya menjelang peringatan 17 Agustus.

Saat layanan hanya dibuka selama satu hari, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan untuk menikmati bus wisata tersebut.

“Tahun kemarin kan kita coba satu hari itu sudah cukup banyak, dan masih banyak yang jadi penasaran. Kok saya belum kebagian,” ungkapnya.

Karena itu, pelaksanaan tahun ini direncanakan berlangsung lebih panjang guna mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat.

Menurut Rasdian, peminat Bandros juga tidak hanya berasal dari Kota Bandung. Wisatawan dari luar daerah turut tertarik mencoba bus wisata tersebut untuk mengetahui rute dan berbagai destinasi yang dapat dilihat selama perjalanan.

“Karena mungkin bukan hanya masyarakat Kota Bandung saja, tapi di luar Kota Bandung juga pengen menikmati keberadaan Bandros itu seperti apa, rute-rutenya ke mana, apa saja yang dilihat selama perjalanan,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana