Pelopori Pusat Perbelanjaan Inklusif, Asia Plaza Tasik Bekali Pegawai Bahasa Isyarat
Ratusan karyawan Mall Asia Plaza Tasikmalaya ikuti pelatihan bahasa isyarat dan etika pelayanan disabilitas bersama Papeditas
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ratusan karyawan Mall Asia Plaza Kota Tasikmalaya mulai mengikuti pelatihan bahasa isyarat dan etika pelayanan bagi penyandang disabilitas.
Program yang digelar di Area Fashion Lantai GF, Selasa (4/8/2026), menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan agar seluruh pengunjung, termasuk penyandang disabilitas, dapat memperoleh layanan yang setara dan nyaman.
Pelatihan diikuti oleh pramuniaga, kasir, SPG, SPB, petugas keamanan, hingga tenaga kebersihan. Kegiatan menghadirkan pemateri dari Paguyuban Pegiat Disabilitas Tasikmalaya (Papeditas) yang memberikan materi mengenai dasar-dasar bahasa isyarat sekaligus etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas.
Chief HRD Mall Asia Plaza, Bonny Hastuti Yuniasih, mengatakan sebagai pusat perbelanjaan terbesar di wilayah Priangan Timur, Asia Plaza memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengunjung tanpa terkecuali.
"Secara fisik aksesibilitas di mall sudah memadai dengan tersedianya kursi roda, toilet disabilitas, hingga fasilitas bagi tuna daksa. Namun, SDM kami seperti pramuniaga, kasir, SPG, SPB maupun satuan pengamanan belum semuanya mahir menggunakan bahasa isyarat ketika melayani pengunjung berkebutuhan khusus," ujarnya.
Menurut Bonny, jumlah karyawan yang cukup banyak membuat pelatihan dilaksanakan secara bertahap agar seluruh pegawai memperoleh kesempatan mengikuti edukasi tersebut. Setelah pelatihan bagi karyawan di area pusat perbelanjaan, kegiatan serupa dijadwalkan berlanjut untuk tim supermarket.
Operational Manager Mall Asia Plaza, Roni Apriliansyah, menambahkan setiap karyawan perlu memahami kebutuhan seluruh pelanggan, termasuk mereka yang mengalami hambatan pendengaran maupun komunikasi.
Menurutnya, pelayanan yang baik tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia dalam berkomunikasi secara tepat.
Dalam pelatihan tersebut, fasilitator Papeditas mengenalkan alfabet bahasa isyarat serta praktik sederhana saat melayani penyandang disabilitas. Peserta diajarkan cara menyapa, meminta izin sebelum membantu pengguna kursi roda, hingga menjaga kontak mata ketika berkomunikasi dengan penyandang tuli.
Pembina Papeditas, Harniwan Obech, mengapresiasi langkah Asia Plaza yang dinilai mulai membangun pelayanan publik yang lebih inklusif.
"Terima kasih kepada manajemen Asia Plaza atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada Papeditas," ujar Herniwan.
Ia menuturkan, Di Kota Tasikmalaya terdapat sekitar 2.200 penyandang disabilitas yang memerlukan perhatian bersama.
"Ketika pusat perbelanjaan mulai membangun pelayanan yang inklusif, masyarakat penyandang disabilitas akan merasa lebih dihargai dan lebih percaya diri mengakses ruang publik," katanya.
Senada dengan itu, anggota tim Papeditas, Aris Rahman, berharap langkah Asia Plaza dapat menjadi contoh bagi berbagai sektor pelayanan lainnya.
"Kami salut kepada Asia Plaza yang sudah memberikan ruang terhadap tujuan dan cita-cita Tasikmalaya menjadi Kota Inklusi. Mudah-mudahan edukasi ini juga dapat menginspirasi sektor lain, termasuk tenaga medis di rumah sakit, sehingga pelayanan publik semakin inklusif," ujarnya.
Papeditas menilai hambatan terbesar yang masih dihadapi penyandang disabilitas bukan semata keterbatasan fasilitas fisik, melainkan minimnya pemahaman masyarakat mengenai cara berkomunikasi, etika memberikan bantuan, serta empati terhadap kebutuhan mereka.
Melalui pelatihan tersebut, diharapkan semakin banyak ruang publik yang mampu menghadirkan pelayanan ramah dan setara bagi semua kalangan.
Editor : Ahmad Sayuti


