Peluang Nyata Pencari Kerja
DI tengah ribuan perusahaan industri yang berdiri di Kota Bekasi, mendapatkan pekerjaan masih menjadi tantangan sulit bagi sebagian masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Banyaknya pabrik dan kawasan industri belum serta-merta membuat warga setempat mudah memperoleh pekerjaan.
Harapan itu kembali dibuka melalui Bursa Kerja Online Edisi #6 yang menghadirkan 2.887 lowongan kerja dari 23 perusahaan.
Bagi masyarakat yang tengah mencari pekerjaan, kesempatan ini menjadi pintu untuk mencoba peruntungan, sekaligus mendekatkan mereka dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Bursa kerja tersebut digelar di PT Metindo Erasakti, Jalan Raya Narogong KM 12,5, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Senin (26/10).
Sebanyak 68 posisi ditawarkan dalam kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bekasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut.
Angka ribuan lowongan itu membawa harapan tersendiri di tengah persoalan pengangguran yang masih membayangi Kota Bekasi. Di kota yang menjadi salah satu pusat aktivitas industri tersebut, keberadaan perusahaan dalam jumlah besar ternyata belum sepenuhnya menjawab kebutuhan warga akan pekerjaan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui, tingginya angka pengangguran, terutama di kalangan warga lokal, masih menjadi tantangan serius bagi Kota Bekasi.
“Tantangan terberatnya bagi Bekasi adalah angka pengangguran, terutama warga setempat, yang masih relatif tinggi,” ujar Dedi saat membuka bursa kerja tersebut.
Pernyataan itu menyoroti persoalan yang lebih luas daripada sekadar ketersediaan lapangan kerja.
Di satu sisi, industri membutuhkan tenaga kerja untuk menjalankan usahanya. Di sisi lain, masyarakat membutuhkan akses informasi dan kesempatan agar bisa masuk ke dalam dunia kerja.
Bagi Dedi, salah satu cara untuk mempertemukan kedua kebutuhan tersebut adalah memperluas akses informasi melalui kanal digital. Pemerintah daerah, menurut dia, perlu memanfaatkan media sosial agar informasi lowongan kerja lebih mudah ditemukan masyarakat.
“Caranya adalah membuka ruangan kerja online. Setelah itu, dilanjutkan kepala daerah kabupaten kota, bisa pakai media sosial TikTok pemerintah daerah. Agar masyarakat punya akses terhadap pemerintah,” ucapnya.
Dengan cara tersebut, informasi pekerjaan diharapkan tidak hanya beredar di kalangan tertentu. Masyarakat juga dapat mencari peluang dan mengikuti proses rekrutmen tanpa harus bergantung pada perantara.
Ribuan Kesempatan Bursa Kerja Online Edisi #6 tidak hanya menawarkan pekerjaan di sektor industri, tetapi juga membuka peluang di bidang hospitalitas, otomotif, hingga pekerjaan di luar negeri.
Salah satu perusahaan dengan kebutuhan tenaga kerja terbesar adalah PT Alzubara Manpower Indonesia, yang menawarkan 1.181 posisi di sektor hospitalitas dan otomotif. Kesempatan ini terbuka bagi lulusan minimal SMA/SMK, dengan tahapan seleksi berupa wawancara dan tes kesehatan.
PT Bina Adidaya Mandiri Internasional turut menawarkan 377 posisi. Sementara itu, PT Bahana Putra Abadi membuka 304 posisi dengan penempatan di Bekasi, Indramayu, dan Cirebon.
Pilihan lain tersedia bagi masyarakat yang ingin membangun karier di luar negeri. Sejumlah lowongan menawarkan penempatan di Turki, Taiwan, dan China.
Melalui PT Bahana Prestasi, misalnya, tersedia pekerjaan di Taiwan untuk posisi housekeeping, kitchen steward, dan tukang las. Kisaran gaji yang ditawarkan mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta. Calon pekerja juga mendapatkan pelatihan bahasa sebelum diberangkatkan.
Variasi pekerjaan tersebut memperlihatkan bahwa peluang yang tersedia tidak terbatas pada satu sektor. Namun, banyaknya lowongan tetap perlu diimbangi informasi yang jelas mengenai persyaratan, proses seleksi, hingga kepastian penempatan kerja.
Sebab, bagi pencari kerja, mendapatkan informasi lowongan hanyalah langkah awal. Mereka juga harus memastikan bahwa kesempatan yang ditawarkan benar-benar dapat diakses melalui proses perekrutan yang transparan.
Bahaya Calo Antusiasme masyarakat terhadap bursa kerja daring tersebut mendapat perhatian Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Menurut dia, respons pencari kerja cukup tinggi, bahkan sejumlah lowongan telah menerima pendaftar melebihi kapasitas yang tersedia.
“Walaupun baru beberapa hari, ternyata para pencari kerja cukup responsif. Jadi dibuktikan di beberapa lowongan justru sudah overload, terkait dengan jumlah yang ditawarkan dengan jumlah yang mendaftarkan,” ujarnya.
Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap kesempatan kerja yang tersedia. Pada saat yang sama, kondisi tersebut juga menegaskan bahwa jumlah pelamar dapat melampaui kebutuhan perusahaan untuk posisi tertentu.
Di tengah persaingan itu, Pemerintah Kota Bekasi menyoroti persoalan lain yang kerap membayangi pencari kerja, yakni praktik percaloan dan penipuan berkedok rekrutmen.
Tri menegaskan, bursa kerja tidak semata-mata menjadi tempat mempertemukan perusahaan dengan calon pekerja. Pemerintah juga ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap proses perekrutan yang transparan.
“Hari ini sudah tidak ada lagi melalui calo. Beberapa waktu lalu ada warga yang merasa tertipu, bukan hanya warga Kota Bekasi, tetapi warga di luar Kota Bekasi,” katanya.
Peringatan tersebut menjadi penting, terutama bagi pencari kerja yang tengah berupaya memperoleh pekerjaan di tengah ketatnya persaingan. Informasi yang jelas mengenai perusahaan, persyaratan, dan tahapan seleksi menjadi bekal agar masyarakat tidak mudah terjebak tawaran yang merugikan.
Kehati-hatian juga diperlukan bagi mereka yang ingin bekerja di luar negeri. Melalui bursa kerja ini, masyarakat diharapkan bisa memperoleh informasi yang lebih terverifikasi sebelum memutuskan mengikuti proses penempatan kerja. (bsf)
Editor : Inilahkoran
