Warga Trusmiland Berharap Solusi Nyata

Warga Trusmiland Berharap Solusi Nyata
TINJAU: Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon bersama sejumlah pihak meninjau kondisi Perumahan Trusmiland Klayan Tahap 5, sebagai tindak lanjut keluhan warga terkait banjir yang terus berulang.(INILAH/MAMAN SUHARMAN)

INILAH, Cirebon- Bagi warga Perumahan Trusmiland Klayan Tahap 5, banjir bukan lagi sekadar persoalan saat hujan turun melainkan kecemasan yang terus berulang.

Genangan yang terus berulang selama beberapa tahun terakhir menjadi keluhan yang belum kunjung menemukan penyelesaian.

Di tengah kondisi tersebut, warga masih menanti langkah konkret dari pengembang agar persoalan serupa tidak terus menghantui setiap musim hujan.

Keluhan itu kini mendapat perhatian Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon.

Ketua Komisi III, Anton Maulana, turun langsung meninjau kondisi perumahan pada Selasa (27/10) untuk melihat persoalan yang dihadapi warga sekaligus mencari jalan keluar yang tepat.

Peninjauan dilakukan setelah warga menyampaikan laporan dan menggelar audiensi terkait banjir yang dinilai belum ditangani secara konkret oleh manajemen atau pengembang Trusmiland.

Dari hasil pengamatan sementara, persoalan banjir di kawasan tersebut diduga tidak cukup diselesaikan hanya dengan meninggikan rumah maupun jalan.

Sistem drainase dan saluran pembuangan air juga perlu mendapat perhatian serius agar air hujan tidak terus tertahan di dalam kawasan perumahan.

Anton menilai, penanganan banjir harus diawali dengan mengetahui penyebab utamanya. Tanpa kajian teknis yang jelas, upaya perbaikan dikhawatirkan tidak menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.

“Solusi pertama, kami akan melakukan kajian teknis terlebih dahulu. Harus jelas persoalannya seperti apa dan air ini harus dibuang ke mana,” kata Anton.

Berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan, terdapat dugaan bahwa aliran air hujan sulit keluar dari kawasan perumahan karena sistem drainase belum berfungsi optimal. Posisi goronggorong yang disebut lebih tinggi juga diduga menghambat aliran air menuju saluran pembuangan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis. Sebab, meninggikan rumah atau jalan tanpa membenahi jalur pembuangan air berpotensi membuat persoalan banjir tetap berulang.

“Kami belum yakin peninggian saja bisa menyelesaikan persoalan. Percuma dilakukan peninggian kalau saluran airnya tidak dibenahi.

Makanya harus dicek dulu secara teknis,” ujarnya.

Untuk memastikan penyebab banjir, Komisi III berencana berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon. Kajian tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi drainase, arah aliran air, serta kebutuhan perbaikan infrastruktur di kawasan perumahan.

Hasil kajian nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan, mulai dari pembenahan drainase, pembangunan saluran pembuangan, hingga tindakan teknis lain yang dinilai diperlukan.

(maman suharman)


Editor : Inilahkoran