Peluk Tangis Tandai Perdamaian Anak yang Gugat Ayahnya Rp3 Miliar
Deden akhirnya memeluk ayahnya Koswara menjelang sidang mediasi dilanjutkan. Sidang mediasi anak gugat ayah Rp 3 miliar pun berakhir damai.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Deden akhirnya memeluk ayahnya Koswara menjelang sidang mediasi dilanjutkan. Sidang mediasi anak gugat ayah Rp3 miliar pun berakhir damai.
Sidang mediasi sendiri dilakukan di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (10/2/2021). Para penggugat, tergugat serta turut tergugat juga hadir dalam sidang tersebut.
Sebelum sidang mediasi dimulai jauh hari sebelumnya tanda pedamaian sudah ada, salah satunya dengan pencabutan spanduk di lahan yang jadi sengketa dan pencabutan kuasa hukum oleh pihak Deden.
Sementara itu dari pantauan, saat bertemu sang ayah di Pengadilan Deden langsung memeluk sang ayah yang berada di kursi roda sambil menangis. Saling peluk dan meneteskan air mata juga berlangsung hingga ke ruangan mediasi.
Mediasi lantas dilakukan secara tertutup. Beberapa saat mediasi, para pihak yang berperkara ini pun keluar dari ruang mediasi. Deden juga tetap membantu ayahnya saat keluar ruang mediasi. Bahkan, setelah mediasi juga, Deden tampak berlutut di kaki Koswara, dan eminta maaf kepada Koswara atas perbuatannya, serta istri Deden pun melakukan hal yang sama.
"Kami mengucapkan rasa syukur kepada yang maha kuasa, karena perkara ini mencapai hasil perdamaian. Hubungan keluarga besar pak Koswara telah dipulihkan, sehingga berakhir dalam suka cinta dan kebahagiaan. Semoga ke depannya tidak ada lagi perkara seperti ini, karena akan jadi preseden buruk untuk anak-anak kita di masa depan," kata kuasa hukum Koswara Bobby Herlambang Siregar.
Salah satu pihak tergugat, Hamidah anak sekaligus adik Deden juga menegaskan perkara ini sudah selesai dengan perdamaian. Tidak ada pencabutan gugatan, namun hasil dari gugatan yang dilayangkan Deden itu berupa perdamaian.
"Bukan dicabut gugatan tapi sudah damai. Ahamdulillah, semuanya bersatu kembali, sudah dipulihkan kembali, teirmakasih kepada rekan-rekan semua, untuk seluruhnya teman-teman yang telah mensupport kami, sekali lagi saya terima kasih," ujarnya.
Sementara itu, Deden juga bersyukur perkara ini bisa selesai secara damai, dan akhirnya keluarga besarnya bisa kembali bersatu seperti sedia kala.
"Terima kasih kepada semuanya, sudah menyatukan kami, menjadi keluarga yang utuh kembali dan terimakasih kepada yang membantu saya juga kuasa hukum," ujarnya.
Deden pun mengaku menyesali perbuatannya terhadap sang ayah, dan dia pun akan kembali ke Koswara dan mengurus ayahnya tersebut.
"Saya menyesal, saya mencintai orang tua, saudara-saudara semua dan mencintai semuanya. Saya juga bersyukur dengan adanya silaturahmi seperti ini lebih mendekatkan kepada orang tua dan juga untuk keluarga," tandasnya.
Editor : Bsafaat


