Pemalsuan Koordinat Absensi Digital ASN, Bupati Cirebon Imron Segera Panggil Kadisdik

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon akan segera dipanggil Bupai Imron terkait dugaan fake GPS ASN yang memanipulasi absensi digital

Pemalsuan Koordinat Absensi Digital ASN, Bupati Cirebon Imron Segera Panggil Kadisdik
Bupati Cirebon akan segera memanggil Kadisdik Ronianto terkait banyaknya ASN Disdik yang memanipulasi absensi digital dengan fake GPS. (Maman Suharman/Inilahkoran)

INILAHKORAN.ID - Bupati Cirebon Imron akan segera memanggil Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) terkait dugaan manipulasi absensi digital pakai fake GPS. 
 
Kadisdik Kabupaten Cirebon Ronianto akan dimintai keterangan oleh Imron bukan tanpa alasan. Sebab, ASN yang memalsukan koordinat absensi digital dengan fake GPS terbanyak ada lingkungan Disdik. 

“Nanti saya panggil Kadisdiknya. Kita lihat dulu datanya seperti apa, harus valid,” ujar Imron, Rabu 4 Februari 2026.

Menurutnya, penanganan kasus disiplin ASN tidak bisa dilakukan secara gegabah. Setiap keputusan harus didasarkan pada data yang benar-benar akurat agar tidak merugikan pegawai yang mungkin tidak terlibat.

“Saya tidak mau langsung gebah menjatuhkan sanksi. Semua harus jelas, datanya dicek, diklarifikasi,” ucapnya santai.

Imron menegaskan, pembinaan tetap menjadi langkah utama sebelum masuk ke ranah hukuman. Namun ia juga mengingatkan bahwa disiplin ASN merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas pelayanan publik.

“Kalau memang terbukti, tentu ada aturannya. Tapi kita pastikan dulu semuanya terang,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan pemantauan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon, sebanyak 1.329 ASN terindikasi menggunakan aplikasi fake GPS untuk memanipulasi titik absensi. Angka ini mencuat dari evaluasi data absensi digital dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan (PKAP) BKPSDM Kabupaten Cirebon, Meilan Sarry Rumbino Rumakito mengungkapkan, indikasi tersebut paling banyak ditemukan di sektor pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. 

Dinas Pendidikan tercatat sebagai dinas tertinggi dengan 696 ASN. Disusul Dinas Kesehatan sebanyak 364 ASN. Sementara sisanya, tersebar di berbagai SKPD dan kecamatan. 


Editor : Ahmad Sayuti