Pembangunan TPPAS Legoknangka Berlanjut, Sembari Menunggu Keputusan Soal Pemanfaatan Energi
Sekertaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman memastikan, proses pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legoknangka, Kabupaten Bandung terus berlanjut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sekertaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman memastikan, proses pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legoknangka, Kabupaten Bandung terus berlanjut.
Saat ini Pemprov Jabar kata dia, sedang menunggu hasil pembahasan dari Kementrian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait pemanfaatan energi saat Legoknangka beroperasi nanti.
"Terus kita upayakan, terus kita ikhtiarkan, kami menunggu dari Kementerian ESDM terutama terkait dengan pemanfaatan energi yang nantinya akan diserap oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara)," ujar Sekda Herman di Kantor Bappeda Jabar, Kota Bandung, Selasa 27 Juli 2025.
Demikian pula untuk standar harga yang nantinya akan ditetapkan Kementerian ESDM, dimana dikatakan masih meminta waktu untuk menetapkan standar harga dari energi yang dihasilkan dari pengolahan sampah di TPPAS Legoknangka.
"Untuk standar harga dan sebagainya dari Kementerian masih minta waktu ya, karena harus ada rekomendasi dari kementerian baru PLN bisa running, kalau yang lain-lainnya itu sudah kami selesaikan," ucapnya.
Untuk mengelola sampah dari wilayah Bandung Raya, Pemerintah Provinsi Jabar terang Sekda Herman, sementara ini masih memanfaatkan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti dengan cara membangun Zona 5 perluasan.
Pemprov Jabar juga telah memasang sejumlah mesin pengolah sampah, untuk memperpanjang masa pakai TPAS Sarimukti yang sudah overload.
Soal kapan mesin pengolah di TPAS Sarimukti mulai beroperasi, Sekda Herman menyampaikan, saat ini pihaknya masih melakukan audit untuk memastikan keamanan dari mesin tersebut.
"Sekarang sudah uji coba kami tinggal memastikan dampak karena di sana ada insinerator, dampak bebas dari resiko kebakaran itu yang ini sedang finalisasi dengan ITENAS," katanya.
"Mesin semuanya sudah di lapangan sudah uji coba, namanya (metodenya) Mining landfill, di dalamnya ada insenerator Inseneratornya juga udah bagus tapi kan kami harus pastikan tidak ada resiko kebakaran," sambungnya.
Meski demikian, setelah dilakukan finalisasi, pihaknya akan segera mengoperasikan mesin pengolah sampah di TPAS Sarimukti.
"Makanya kami minta standarisasi dari dari teman-teman ahli di ITENAS (karena) lebih cepat lebih baik," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

