Pembiayaan Fasilitas Program Layad Rawat Mulai Dibahas

 Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Barat Dodo Suhendar optimistis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bidang kesehatan di Jabar akan lebih maju pada lima tahun ke depan. 

Pembiayaan Fasilitas Program Layad Rawat Mulai Dibahas
Ilustrasi
INILAH, Bandung - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Barat Dodo Suhendar optimistis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bidang kesehatan di Jabar akan lebih maju pada lima tahun ke depan. 
 
Keyakinan itu seiring telah berjalannya program Layad Rawat yang diluncurkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Kota Cirebon Rabu (14/11) lalu.
 
Dodo sampaikan, selain sudah diterapkan di beberapa daerah, pihaknya juga mulai merencanakan pembiayaan untuk memfasilitasi program tersebut.
 
"Di beberapa lokasi sudah mulai berjalan dan tahun ini kita sudah mulai merencanakan pembiayaan pembiayaan untuk menfasilitasi," ujar Dodo, belum lama ini.
 
Dia paparkan, pembiayaan tersebut meliputi pelatihan Sumber Daya Manusi hingga armada yang digunakan dalam pelaksanaan layad rawat. 
 
Diketahui, program Layad Rawad ini adalah upaya Pemerintah Provinsi Jabar untuk merespon secepat mungkin andaikata ada masyarakat yang mendapat kendala kesehatan. 
 
"Baik itu untuk pelatihan sdm, kendaraannya, alat kesehatannya, termasuk biaya operasionalnya dan nanti akan disampaikan kepada kabupaten kota," jelas dia.
 
Dodi yang juga telah dilantik sebagai Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Jabar ini menilai Gubernur Ridwan Kamil sangat konsen pada berbagai permasalahan yang mesti ditangani cepat. Di mana Layad Rawat ini pun dilakukan dengan sistem menjemput bola.
 
Karena itu, Dodi optimis dengan sinergitas kolaborasi dan inovasi yang selalu digaungkan oleh orang nomor satu di Jabar tersebut, masyarakat bisa mendapatkan manfaat yang nyata di sektor kesehatan.
 
"Pak Gubernur sangat fokus terhadap permasalahan permasalahan yang boleh dikatakan harus segera ditangani, Quick respons. Salah satunya adalah program Layad Rawat itu," katanya.
 
Dengan adanya Layad Rawat, kata dia, masyarakat tak akan bingung tatlaka mendapatkan kasus kesehatan di luar jam kerja. Hanya dengan menghubungi sambungan kedaruratan di nomor 119 maka akan ada petugas yang mendatangi pasien.
 
"Nanti apakah pasien perlu penanganan langsung atau dirujuk, apakah misalnya disuruh segera berobat besoknya atau segera ke rumah sakit," jelasnya.
 
Selain kesiapan respon dari setiap SDM Layad Rawat, tambah Dodo, kesiapan rumah sakit pun menjadi hal yang utama untuk meningkatkan IPM bidang kesehatan di Jabar. 
 
Dia optimistis, Kepemimpinan Dinas Kesehatan anyar melalui proses lelang nanti mampu mewujudkan itu. Terlebih, Gubernur Ridwan Kamil pun memiliki visi dan misi memjadikan Jabar juara dari segala dimensi, termasuk sektor kesehatan.
 
"Jadi Nanti kesiapan respon dan kesiapan rumah sakit jadi konsen Pemprov (Jabar)," pungkas Dodo. 


Editor : inilahkoran