Pemimpin yang Anjurkan Kerusuhan Dicap Pengkhianat, Prabowo: Percaya Hukum Karma

Presiden Prabowo kembali mengingatkan jangan jadi pemimpin yang berkhianat terhadap rakyat.

Pemimpin yang Anjurkan Kerusuhan Dicap Pengkhianat, Prabowo: Percaya Hukum Karma
Presiden Prabowo Subianto.

INILAHKORAN, Bandung - Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto kembali menginvatkan tugas pemimpin yang benar.

Presiden Prabowo Subianto menyebut pemimpin yang sengaja menganjurkan aksi perusakan dan pembakaran fasilitas umum sebagai pemimpin pengkhianat.

Prabowo kini mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan meski memiliki perbedaan pilihan politik dan menghormati hasil demokrasi.

"Mari kita bersatu. Semua unsur kita berbeda tidak ada masalah. Berbeda partai tidak ada masalah. Sekian tahun kita bertanding dengan baik, nggak ada masalah. Siapa yang menang monggo," tutur Prabowo.

"Jangan kalau kalah mau bakar-bakar. Itu bangsa apa itu? pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di Republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat," lanjut Prabowo.

"Saya percaya hukum karma akan kena kepada mereka semua itu," tegas Prabowo menambahkan.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa dirinya telah lima kali mengikuti pemilihan Presiden dan mengalami kekalahan sebanyak empat kali.

Namun, Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengarahkan pendukungnya melakukan aksi perusakan maupun pembakaran.

Presiden Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa kembali bersatu setelah kontestasi politik berakhir serta menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik yang membangun.

"Kita ini satu bangsa, satu nusa, satu bahasa. Kita ini keluarga. Buktikan bahwa bangsa Indonesia ini bangsa yang khas, bangsa yang bersatu. Kita bersaing, habis itu bersatu. Bekerja untuk seluruh rakyat. Inilah bangsa Indonesia," ujar Prabowo.

"Jangan bisanya nyinyir. Kalau lu (kamu) gak setuju, lu gak mau bekerja, lu duduk aja baik-baik. Tetapi, kita terima kritik. Kita terima kritik. Kritik itu bagus. Itu artinya koreksi, waspada. Kita mau terima kritik," sindirnya.***


Editor : Irma Nurfajri