Pemkab Bandung Optimistis Stadion Si Jalak Harupat Bisa Menjadi Salah Satu Venue Gelaran Piala Dunia U-20

Pemkab Bandung sebagai pemilik Stadion Si Jalak Harupat optimistis jika perhelatan Piala Dunia U-20 siap digelar di stadion kebanggaan warga Dalem Bandung.

Pemkab Bandung Optimistis Stadion Si Jalak Harupat Bisa Menjadi Salah Satu Venue Gelaran Piala Dunia U-20
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, optimisme itu seiring dengan apresiasi dari FIFA yang melihat progres perbaikan Stadion Si Jalak Harupat untuk menggelar Piala Dunia U-20 yang dilakukan relatif signifikan. (istimewa)

INILAHKORAN, Soreang - Pemkab Bandung sebagai pemilik Stadion Si Jalak Harupat optimistis jika perhelatan Piala Dunia U-20 siap digelar di stadion kebanggaan warga Dalem Bandung.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, optimisme itu seiring dengan apresiasi dari FIFA yang melihat progres perbaikan Stadion Si Jalak Harupat untuk menggelar Piala Dunia U-20 yang dilakukan relatif signifikan.

"Kemarin sudah dilihat oleh FIFA dan apresiasi sangat bagus karena progresnya yang sangat signifikan. Saya optimistis Stadion Si Jalak Harupat akan digunakan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20," kata Dadang, Minggu 26 Maret 2023.

Setelah kunjungan FIFA kemarin, kata Dadang, ada beberapa rekomendasi, tapi itu di eksternal atau area luar stadion bukan bagian dalam stadion. Selain pemagaran, rekomendasi FIFA adalah safety security. Namun secara keseluruhan sudah cukup bagus.

"Artinya, kita hanya pemagaran saja dan itu juga bisa selesai dalam waktu singkat," ujarnya.

Dadang melanjutkan, di dalam Stadion Si Jalak Harupat, 100 persen sudah siap menyambut Piala Dunia U-20. Ia berharap, jelang pelaksanaan Piala Dunia U-20, khususnya masyarakat yang ada di kawasan Bandung Metropolitan bisa menjadi tuan rumah yang baik. Kawasan Bandung Metropolitan itu meliputi Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Bandung dan Kabupaten Sumedang.

"Kita sebagai tuan rumah, maka jadilah tuan rumah yang baik. Saya juga berharap nanti akan digelar pameran UMKM di luar lapangan Stadion Si Jalak Harupat. Namun memang  ini juga harus ada  rekomendasi dari FIFA dan nanti secara koordinasi pelaksanaan termasuk untuk tiket dan lain sebagainya," katanya. 

Dadang menjelaskan bahwa pelaksanaan Piala Dunia U-20, otomatis akan berdampak pada pariwisata di Kabupaten Bandung.

"Otomatis berdampak pada wisata karena pelaksanaannya di sini dari tanggal 20 Mei sampai 10 Juni 2023. Ada sekitar 20 hari, masyarakat atau pengunjung, termasuk pendatang domestik atau internasional akan masuk Kabupaten Bandung selama 20 hari," katanya.

Dadang berharap para pelaku usaha, termasuk hotel, home stay dan restoran untuk mempersiapkan diri. 

"Bisa saja di Ciwidey, bisa di Pangalengan, dan di Soreang. Saya yakin hotel-hotel akan penuh," ujarnya.*** (rd dani r nugraha)


Editor : Doni Ramdhani