INILAHKORAN, Soreang - Pemerintahan Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya percepatan eliminasi penyakit tuberkulosis (
TBC) di Indonesia.
Hal itu disampaikan Bupati Bandung Dadang Supriatna yang juga Ketua Harian Apkasi dalam Rapat Panja Komisi IX DPR RI bertajuk “Pengawasan Percepatan Eliminasi Tuberkulosis” di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu 12 November 2025.
Dalam rapat tersebut, Dadang menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mencapai target Indonesia bebas
TBC pada tahun 2030.
“Keberhasilan eliminasi
TBC mensyaratkan sinergi kuat antara kebijakan pusat dan aksi daerah. Apkasi siap menjadi mitra strategis DPR dan pemerintah pusat dalam memastikan dukungan anggaran dan regulasi yang memperkuat kapasitas daerah,” katanya.
Dadang menyampaikan, pemerintah daerah perlu menjadikan indikator
TBC sebagai bagian dari rencana pembangunan daerah dan program prioritas. Upaya kesembuhan pasien pun harus menjadi bagian dari rencana aksi daerah yang berfungsi sebagai landasan strategis dalam merancang, melaksanakan, dan memantau kebijakan penanggulangan
TBC secara terukur.
Apkasi juga mengajukan sejumlah rekomendasi kunci, di antaranya, Peningkatan diagnosis
TBC hingga ke tingkat kabupaten, Afirmasi fiskal melalui DAK Kesehatan atau Dana Insentif Daerah berbasis kinerja, Dukungan regulasi agar daerah memiliki kewenangan lebih fleksibel dalam mengelola pembiayaan kesehatan untuk program prioritas nasional, Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan daerah, serta dorongan inovasi berbasis komunitas dan pemanfaatan teknologi digital untuk pelaporan kasus
TBC secara akurat.
Lebih lanjut, Dadang menyebutkan bahwa Apkasi akan melakukan konsolidasi peran camat, lurah, kepala desa, posyandu, dan PKK untuk memperkuat pilar pengentasan
TBC di tingkat akar rumput. Selain itu, pemerintah daerah juga akan fokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan melalui pelatihan, optimalisasi anggaran daerah, serta penerapan skema pendanaan inovatif guna mendukung eliminasi
TBC yang berkelanjutan.
Dadang menegaskan bahwa pemerintah kabupaten se-Indonesia melalui Apkasi berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Indonesia bebas
TBC tahun 2030.
“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci keberhasilan percepatan eliminasi
TBC. Kolaborasi lintas sektor, dukungan masyarakat, dan konsistensi kebijakan akan menjadi fondasi utama menuju Indonesia yang lebih sehat dan terbebas dari
TBC,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Apkasi Mochamad Nur Arifin (Bupati Trenggalek) menekankan pentingnya pelibatan masyarakat sebagai sistem aktif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi.
Ia mencontohkan strategi insentif fiskal di daerahnya yang mendorong masyarakat penerima insentif untuk rutin melakukan cek kesehatan, sehingga mampu menekan angka
TBC dan meningkatkan tingkat kesembuhan di atas 90 persen.