Pemkot, Kadin, dan Polresta Bogor Kota Bersatu Dirikan SPPG Baranangsiang
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG Baranangsiang yang berlokasi di Jalan Riau Kota Bogor siap beroperasi melayani program makan bergizi gratis (MBG).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG Baranangsiang yang berlokasi di Jalan Riau Kota Bogor siap beroperasi melayani program makan bergizi gratis (MBG).
SPPG Baranangsiang merupakan wujud kolaborasi strategis antara Pemkot Bogor, Polresta Bogor Kota, dan Kadin Kota Bogor guna mendukung percepatan program MBG sebagai salah satu poin Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bogor Hanafi memaparkan, keberadaan dapur SPPG Baranangsiang itu bertujuan untuk menjamin ketersediaan gizi bagi kelompok prioritas MBG. Terutama anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui.
Secara umum, Hanafi menjelaskan target kuantitatif Kota Bogor yakni sebanyak 380.000 penerima manfaat. Menurutnya, letak geografis Kota Bogor sangat menguntungkan dalam hal distribusi, sehingga risiko kendala pengiriman dapat diminimalisir.
"Pentingnya penerapan SOP yang ketat dari BGN untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kasus keracunan makanan. Saat ini, tercatat sudah ada 134 SPPG yang beroperasi di Kota Bogor dari total target pengembangan mencapai 200 unit. Pencapaian intervensi penerima manfaat saat ini pun telah mengarah ke angka 70-75 persen," jelas Hanafi, Kamis (7/5/2026).
Perwakilan Kadin Kota Bogor Maryati Dona Hasanah menyampaikan, unit SPPG Varanangsiang merupakan dapur kedua kolaborasi setelah sebelumnya diresmikan di daerah Cibalagung, Kecamatan Bogor Barat. Dapur ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada 10 Mei 2026.
"Sebelum beroperasi, kami telah melengkapi berbagai sertifikasi, mulai dari sertifikasi penjamak, uji lab air, hingga Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kami ingin memastikan semua berjalan lancar dan aman," ungkap Dona.
Dona menjelaskan, untuk menjamin kualitas makanan, pihak pengelola menerapkan prosedur pemeriksaan yang sangat ketat. Setiap makanan yang akan didistribusikan wajib melewati uji tes cepat (rapid food test) setiap hari.
"Di dalam SPPG Baranangsiang ini sudah memenuhi standar kualitas. Sebelum makanan didistribusikan ke penerima manfaat, kami mengadakan rapid test untuk makanan tersebut guna menjamin keamanannya," tegasnya.
Dona menjelaskan, tahap awal operasional, dapur SPPG Baranangsiang akan melayani 1.000 penerima manfaat yang mencakup siswa sekolah, anak-anak di Posyandu, hingga ibu hamil.
"Penentuan penerima manfaat merupakan kewenangan pihak BGN. Ke depannya, jumlah ini akan terus berlanjut dan dikoordinasikan melalui tingkat kecamatan agar seluruh kelompok yang membutuhkan dapat terintervensi secara menyeluruh," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

