Pemkot Mulai Tata Kawasan Alun-alun Empang, Tema Kampung Arab
Pemkot Bogor mulai melakukan penataan di Alun-alun Empang dengan bertemakan Kampung Arab
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemkot Bogor memulai penataan kawasan Alun-alun Empang, Kecamatan Bogor Selatan setelah Kantor Kementerian Agama Kota Bogor menetapkan nazir Masjid Agung At-Tohariyah Empang.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menuturkan, penataan kawasan Alun-alun Empang memiliki nilai historis yang penting bagi Kota Bogor, karena kawasan tersebut merupakan salah satu titik awal pemerintahan di Kota Bogor pada masa kolonial Belanda.
"Kalau melihat ke belakang dari historinya, ini daerah yang cukup bersejarah. Dulu pemerintahan zaman kolonial, di sinilah wilayah yang disebut Sukahati. Salah satu Bupati Bogor dahulu pernah berkantor di wilayah sini," ungkap Dedie pada Minggu (28/6/2026).
Dedie mengatakan, kesamaan pandangan antara pemerintah daerah dan pihak nazir membuka peluang untuk segera memulai penataan kawasan tersebut.
"Alhamfulillah, sekarang ada kesempatan untuk kami tata. Karena dari pihak nazir juga punya keinginan yang sama, maka ini tentu harus kami mulai," tuturnya.
Dedie menjelaskan, penataan kawasan tidak semata-mata berupa proyek pembangunan fisik, melainkan upaya mengembalikan fungsi Alun-alun Empang sebagai ruang publik. Perkembangan kawasan juga akan diakomodasi, termasuk kebutuhan parkir, kuliner juga aktivitas pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
"Ini mengembalikan fungsi sebagai alun-alun, tetapi karena perkembangan zaman juga cukup cepat, ada kebutuhan-kebutuhan di wilayah yang coba kami akomodir. Tapi harus lebih tertata dan lebih tertib," jelasnya.
Dedie membeberkan, luas kawasan Alun-alun Empang yang akan ditata mencapai hampir 3.000 meter persegi. Nantinya area tersebut akan dilengkapi juga dengan pedestrian, taman dan fasilitas pendukung lainnya. Penataan kawasan akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun 2027.
"Tahap awal yang dilakukan adalah pendataan seluruh aktivitas dan bangunan yang ada di kawasan tersebut untuk menentukan bagian mana yang masih dapat dimanfaatkan. Ini bertahap, sampai akhir tahun depan. Didata dulu semuanya, kemudian dihitung lagi. Ini ada bangunan yang mungkin masih bisa dimanfaatkan," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi memaparkan, penataan Alun-alun Empang akan dimulai dari penyusunan desain secara menyeluruh. Tahap pertama yang dilakukan adalah memastikan batas lahan seluas hampir 3.000 meter persegi tersebut dengan melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN).
"Selain itu, kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian untuk mendata jumlah pedagang. Termasuk juga kebutuhan parkir di kawasan tersebut. Konsep penataan yang tengah disiapkan mengusung tema kampung Arab yang dipadukan dengan ruang terbuka hijau dan karakteristik lokal kawasan Empang," terangnya.
Chusnul membeberkan, konsep tersebut juga akan menghadirkan ruang pedestrian yang nyaman dan berpotensi dimanfaatkan sebagai lintasan jogging bagi masyarakat sekitar. Pemkot Bogor juga akan memperbaiki sistem drainase untuk mengatasi genangan air yang selama ini terjadi di sekitar Masjid Agung At-Tohariyah.
"Tahap awal kami akan coba di perubahan, parsial dulu mana yang bisa dilakukan sambil membuat desain secara menyeluruh, termasuk tadi ada keinginan warga terhadap ada genangan air di ujung masjid. Drainese diperbaiki agar air lancar masuk ke Sungai Cisadane," tuturnya.
Editor : Ahmad Sayuti

