Pemkot Siap Sinergikan Enam Program Prioritas Pendidikan dari pemerintah pusat
Pj Sekda Kota Bogor, Hanafi menuturkan, bahwa Pemkot Bogor bersiap untuk menyinergikan enam program prioritas tersebut demi terwujudnya mutu pendidikan yang lebih baik di Kota Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Pemerintahan Kota (Pemkot) Bogor siap melaksanakan arahan Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat yang meminta bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) harus menyelaraskan program prioritas bidang pendidikan dari pemerintah pusat.
Pj Sekda Kota Bogor, Hanafi menuturkan, bahwa Pemkot Bogor bersiap untuk menyinergikan enam program prioritas tersebut demi terwujudnya mutu pendidikan yang lebih baik di Kota Bogor.
"Ditambah dengan inovasi-inovasi yang dilakukan untuk menjadikan pendidikan di Kota Bogor lebih baik lagi," tutur Hanafi dalam keterangan tertulis pada Rabu 25 Desember 2024.
Sementara itu, Wamen Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat menuturkan, enam program prioritas itu di antaranya pertama penguatan pendidikan karakter, kedua penguatan pendidikan unggul, literasi, numerasi dan sains teknologi. Yang paling penting juga adalah wajib belajar 13 tahun dan pemerataan kesempatan pendidikan.
"Serta pemenuhan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru, serta pembangunan bahasa dan sastra," jelas Atip.
Atip memaparkan, bahwa saat ini pemerintah menghadapi beberapa tantangan. Pertama, soal kualitas guru. Masih diperlukan peningkatan kualitas guru, baik dari segi kompetensi pedagogik maupun profesionalisme. Yang kedua, adalah akses ke sekolah-sekolah. Faktanya, masih terdapat kesenjangan akses pendidikan di berbagai wilayah, terutama di daerah terpencil dan masyarakat marginal.
"Kemudian, tantangan ketiga adalah relevansi dalam kurikulum. Kurikulum pendidikan perlu terus diperbarui agar relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi. Kemudian, infrastruktur. Banyak sekolah di Indonesia, terutama di daerah terpencil, masih kekurangan fasilitas belajar yang memadai," jelasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

