Pemprov Jabar Bakal Beri Target Progresif ke Kabupaten/Kota, Optimalkan Indikator Makro Pembangunan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal memberikan target progresif ke 27 kabupaten/kota, optimalkan indikator makro pembangunan.

Pemprov Jabar Bakal Beri Target Progresif ke Kabupaten/Kota, Optimalkan Indikator Makro Pembangunan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal memberikan target progresif ke 27 kabupaten/kota, optimalkan indikator makro pembangunan./Yuliantono

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal memberikan target Progresif ke 27 kabupaten/kota, optimalkan indikator makro pembangunan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jabar Herman Suryatman mengatakan, dimulai dengan Kota Bandung, pembinaan akan berlanjut ke 12 kota/kabupaten lain yang dilalui Sungai Citarum.

Setelah itu sambung Sekda Herman, pembinaan dilanjutkan ke 14 kota/kabupaten lain, guna menggenjot indikator makro pembangunan. Targetnya, selama sebulan seluruh kota/kabupaten dapat disambangi Pemprov dalam membangun konsolidasi dan kolaborasi mengenai hal tersebut.

Indikator makro pembangunan yang dimaksud antaranya prevalensi stunting, tingkat pengangguran terbuka (TPT) dan kemiskinan ekstrem. Dimana Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Machmudin kata Sekda Herman, akan memimpin langsung untuk percepatannya.

"Kami bagian didalamnya memberikan guideline teknis, target kami adalah efektifnya capaian indikator makro pembangunan. Kabupaten/kota akan dibebankan target Progresif dimulai dari sekarang. Kalau misal 0,5 persen (naik) jadi 1,5 persen," ujar Sekda Herman usai pembinaan terkait program Citarum Harum dan optimalisasi pencapaian indikator makro pembangunan di Pendopo Bandung, Rabu 19 Juni 2024, bersama lurah dan camat Kota Bandung.

Sebab lanjut dia, kesejahteraan 50 juta masyarakat Jawa Barat bergantung dari perbaikan indikator makro pembangunan. Sehingga, stuntjng, kemiskinan ekstrem dan TPT harus turun bila ingin mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini diakuinya, tidak dapat dilakukan sepihak oleh Pemprov Jabar. Dibutuhkan kerjasama kota/kabupaten, guna merealisasikannya.

"Saya kira ini tugas berat. Harus bahu-membahu, sabilulungan. Contoh pengangguran, pengangguran ini kan provinsi adalah agregasi dari 27 kabupaten/kota. Kalau pengangguran terbuka kabupaten/kota turun signifikan, pasti provinsi juga turun," ucapnya.

Demikian pula stunting kata Sekda Herman, dimana saat ini angkanya masih 21,7 persen di Jabar. Hal ini diakuinya masih menjadi pekerjaan rumah yang besar, mengingat pada 2025 ditargetkan turun menjadi 14 persen, guna mengejar zero stunting di 2030.

"Untuk pengangguran, kami harapkan bisa turun di 1-1,5 persen. Lazimnya dengan cara biasa, hanya 0,5 persen. Dengan kolaborasi, kekuatannya konsolidasikan 27 kabupaten/kota dan provinsi bersama stakeholders lainnya, dunia usaha, masyarakat. Saya yakin bisa melompat jauh Jawa Barat ini," tandasnya. (Yuliantono)***


Editor : JakaPermana