Hadapi Pilkada 2024, Lima Partai Raksasa Bentuk Koalisi Bandung Barat Maju, Siapa yang Bakal Diusung?
Lima partai raksasa di Kabupaten Bandung Barat (KBB) membentuk yang tergabung 'Koalisi Bandung Barat Maju' melakukan deklarasi terbuka di Legenda Wisata Situ Ciburuy pada Rabu 17 Juni 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Lima Partai raksasa di Kabupaten Bandung Barat (KBB) membentuk yang tergabung 'Koalisi Bandung Barat Maju' melakukan deklarasi terbuka di Legenda Wisata Situ Ciburuy pada Rabu 17 Juni 2024.
Lima partai politik yang tergabung dalam Koalisi Bandung Barat Maju itu antara lain Partai Gerindra, Partai Golkar, PKB, PAN dan Parta NasDem.
"Hari ini kami melaksanakan deklarasi koalisi di Bandung Barat Maju dan tentunya ini bagian dari pada ikhtiar kami partai koalisi dalam menghadapi kontestasi Pilkada di Bandung Barat," kata Ketua DPD Partai Golkar Bandung Barat, Dadan Supardan usai deklarasi, Rabu 19 Juni 2024.
Dadan menyebut, semua partai yang ada di koalisi Bandung Barat Maju ini telah melakukan seleksi bakal bupati atau wakil bupati untuk Pilkada 27 November di KBB.
"Tentu saja bahwa setelah deklarasi kita akan melakukan komunikasi lebih intensif terutama terkait untuk cita-cita pamekaran Bandung Barat," sebutnya.
"Ini bisa terwujud juga dari hasil seleksi di partai masing-masing yang nantinya bakal dibawa dalam diskusi koalisi," sambungnya.
Kemudian, terkait penentuan posisi bakal calon bupati atau bakal calon wakil bupati yang dilahirkan itu dari hasil diskusi bersama-sama partai koalisi dan nanti bakal pihaknya informasikan.
"Intinya tidak ada lagi pendaftaran di partai koalisi. Karena pendaftaran itu sudah dilaksanakan dalam partai yang terdaftar yang tergabung di Koalisi Bandung Barat Maju dan semua partai sudah mempersiapkan," ujarnya.
Dadan memastikan, semua partai pun sudah memiliki target bahwa dalam Pilkada di KBB ini pihaknya ingin menang dalam seleksi di internal partai koalisi. Termasuk dari hasil yang sudah mendapatkan persetujuan dari DPP masing-masing.
"Kita akan bawa untuk dijadikan sebagai diskusi berembug bersama dengan barometernya, yakni hasil survei yang akan kami lakukan. Poinnya adalah calon tersebut di satu sisi memiliki elektabilitas popularitas di masyarakat KBB," ujarnya.
Dadan mengklaim, dibangunnya Koalisi Bandung Barat Maju ini berlandaskan rasa cinta yang penuh dengan kebersamaan. Termasuk, membangun koalisi ini dengan cita-cita bersama ingin ada kemajuan di Bandung Barat.
"Tentu saja penentuan bupati dan wakil bupati dari partai koalisi ini adalah dengan musyawarah mufakat," ujarnya.
"Jadi tidak lagi kita membuka pendaftaran karena kita yakin dan percaya bahwa dengan membukanya pendaftaran partai-partai yang tergabung dalam koalisi itu akan melahirkan calon-calon baik dan akan melahirkan kader-kader partai yang baik," sambungnya.
Sebab, ungkap Dadan, dirinya mengetahui persis disamping pendaftaran dengan berbagai macam persyaratan pengalaman juga ada fit and proper tes yang dilakukan masing-masing.
Disinggung terkait adanya parpol lain yang bergabung, Dadan mengatakan, sebetulnya Koalisi Bandung Barat Maju ini sangat terbuka. Sebab, Bandung Barat ini tidak bisa dibangun oleh salah satu partai atau partai tertentu tapi perlu kebersamaan dan gotong royong.
"Kita mengharapkan bahwa ini prioritas putra daerah," imbuhnya.
Kendati demikian, Dadan mengakui dirinya belum mendapatkan informasi terkait hasil penjaringan yang dilakukan di masing-masing partai.
"Tapi kita optimis tidak akan pecah kongsi. Kemudian, bacalon yang sudah mendapat rekomendasi juga kemungkinan lebih kuat," ucapnya.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana

