Pemprov Jabar Bantu Warga Raih Sertifikasi BDI

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disindag) Jabar akan membantu warga yang berhasrat memiliki sertifikasi dan kompetensi dari Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta Kementerian Perindustrian (Kemenper

Pemprov Jabar Bantu Warga Raih Sertifikasi BDI
INILAH, Bandung – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disindag) Jabar akan membantu warga yang berhasrat memiliki sertifikasi dan kompetensi dari Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Tahun depan, ada peluang untuk mengambil 10.300 peserta program pendidikan, sertifikasi, dan penempatan (3 in 1).
 
Sekretaris Disdagin Jabar Achmad Suryadi mengatakan, BDI Jakarta memberikan kesempatan untuk mengikuti program 3 in 1 tersebut, termasuk kepada warga Jabar. Pemprov Jabar akan menindaklanjuti peluang tersebut melalui nota kesepahaman (memorandum of understanding-MoU).
 
“Formasi 10.300 itu harus kita ambil. Kalau MoU terlaksana, otomatis menguntungkan karena seluruh biaya dialokasikan oleh BDI. Kita hanya menyiapkan pelaku usaha. Tetapi tentu ini dikoordinasikan dengan kota kabupaten. Kalau setiap kota kabupaten bisa 100 orang, minimal 3 ribu peserta bisa kita ambil,” kata Akhmad kepada wartawan, Rabu (28/11/2018).
 
Ahmad mengakui, calon peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan supaya bisa masuk diklat tersebut. Peluang ini harus segera diambil karena Pemprov Jabar dan pemerintah kota kabupaten tidak memiliki anggaran untuk menggelar sertifikasi sejenis.
 
“Kalau dibiayai APBD gak akan sanggup. Sementara ini ada APBN yang bisa dipakai untuk meningkatkan kapasitas kita. Ini sejalan dengan keinginan Pak Gubernur Ridwan Kamil yang neminta OPD mencari anggaran dekon, yakni anggaran kementrian ditarik ke jabar. Melalui diklat BDI Jakarta ini, kita ikut merealisasikannya,” jelasnya.
 
Akhmad menyebutkan, keuntungan lainnya adalah sertifikasi yang dikeluarkan BDI berbeda dengan lembaga lainnya, termasuk Pemprov Jabar. Apalagi sertifikasi untuk pelaku usaha itu merupakan pengakuan secara kelembagaan yang kompeten.
 
“Nilai serifikasi BDI berbeda. Ini harus dimanfaatkan. Intinya kita coba menciptakan wirausaha baru. Terlebih pelatihan boleh dilaksanakan sampai dua minggu lamanya,” kata Akhmad.


Editor : inilahkoran