Pemprov Jabar Siapkan 49 Posko, Antisipasi Jalan Rusak Selama Nataru

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan 49 posko yang siaga, untuk mengantisipasi jalan rusak selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 berlangsung.

Pemprov Jabar Siapkan 49 Posko, Antisipasi Jalan Rusak Selama Nataru
Fpto ilustrasi antara

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan 49 posko yang siaga, untuk mengantisipasi jalan rusak selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 berlangsung.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono menuturkan, kebutuhan posko ini diperlukan, lantaran hampir 53 persen jalan milik provinsi telah melewati umur teknis.

Sehingga ada potensi kerusakan seperti berlubang, dimana dapat membahayakan pengendara yang melintas.

"Kenapa harus ada posko, manakala ada lubang ya intinya kita segera tutup, karena keselamatan menjadi penting," ujar Abeng, sapaan Bambang Tirtoyuliono di Gedung Sate, Kota Bandung baru-baru ini.

49 posko tersebut lanjut dia, tersebar di sejumlah rute baik Jabar bagian Utara, Tengah dan Selatan. Dimana yang diprediksi bakal mengalami kepadatan lalu lintas selama Nataru 2025.

Khusus Jabar selatan sambung Abeng, juga akan ditambah posko khusus Disaster Relief Unit (DRU), yang mana didalamnya dilengkapi set peralatan termasuk alat berat untuk pengerjaan darurat perbaikan jembatan dan jalan seperti dump truck.

"Jadi selain posko, kita juga punya posko DRU," ucapnya.

Tujuannya kata Abeng, untuk mitigasi potensi ancaman bencana hidrometeorologi di kawasan Jabar Selatan.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu, dimana sejumlah ruas jalan amblas dan jembatan terputus.

"Jadi kita berkewajiban untuk mengantisipasi itu," kata dia.

Sementara mengenai kesiapan jalan dalam menghadapi libur Nataru 2025, dia menyebut bahwa jalan nasional maupun provinsi sudah layak digunakan.

"Khusus untuk jalan nasional dan jalan provinsi itu semuanya sudah bisa. In Syaa Allah bisa terlayani dengan baik," tandasnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti