Askar Kauny Dirikan Posko Darurat Gempa NTT, Tampung Lebih dari 200 KK di Nangadhero

Posko Darurat Askar Kauny telah beroperasi dan menjadi salah satu titik pengungsian korban gempa NTT.

Askar Kauny Dirikan Posko Darurat Gempa NTT, Tampung Lebih dari 200 KK di Nangadhero
Askar Kauny Dirikan Posko Darurat Gempa NTT, Tampung Lebih dari 200 KK di Nangadhero

INILAHKORAN.IDAskar Kauny mendirikan posko darurat bencana di Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari respons kemanusiaan terhadap gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.

Sejak 16 Agustus 2026, posko Darurat Askar Kauny telah beroperasi dan menjadi salah satu titik pengungsian terpusat di Desa Nangadhero.

posko ini mampu menampung lebih dari 200 kepala keluarga dengan fasilitas berupa tujuh tenda besar, dapur umum, pos layanan kesehatan, serta masjid darurat sederhana untuk membantu warga tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman di tengah kondisi darurat.

Hingga saat ini, Askar Kauny telah menerjunkan 11 relawan untuk membantu para penyintas gempa di Kabupaten Nagekeo. Fokus penanganan saat ini diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak di sejumlah wilayah Kabupaten Nagekeo.

Sebelum posko terpusat didirikan, sebagian warga melakukan evakuasi secara mandiri dan mendirikan tenda-tenda pengungsian di sejumlah bukit. Kondisi tersebut membuat para pengungsi berada dalam situasi yang rentan, terutama karena keterbatasan fasilitas, akses air, makanan, serta keamanan barang-barang milik warga yang ditinggalkan di rumah.

Melihat kondisi tersebut, relawan Askar Kauny berinisiatif menjemput para pengungsi secara bertahap dan mengarahkan mereka ke lokasi pengungsian yang lebih aman dan memiliki fasilitas yang lebih memadai.

Keputusan tersebut semakin menguat setelah tim menerima laporan mengenai seorang anak berusia dua tahun yang meninggal dunia di wilayah Bukit Puta. Berdasarkan laporan yang diterima tim di lapangan, anak tersebut mengalami kondisi yang berkaitan dengan kedinginan dan kekurangan air. Peristiwa ini menjadi gambaran beratnya kondisi yang dihadapi sebagian masyarakat yang masih bertahan di titik-titik pengungsian mandiri.

"Situasi di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat bukan hanya soal tempat untuk mengungsi, tetapi juga akses terhadap air bersih, makanan, layanan kesehatan, perlindungan anak, dan dukungan psikososial. Karena itu, kami berupaya mengumpulkan pengungsi di titik yang lebih aman sekaligus tetap menjangkau masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian mandiri," ujar perwakilan tim Askar Kauny di lapangan, Afik Ta'ali. 

Afik menjelaskan, selain mengelola posko di Nangadhero, tim Askar Kauny juga terus menyalurkan dukungan logistik berupa bahan makanan ke sejumlah titik pengungsian mandiri yang masih minim bantuan.

Tantangan distribusi di Nagekeo tidak ringan. Berdasarkan pendataan lapangan yang dilakukan tim, terdapat lebih dari 800 titik pengungsian mandiri yang tersebar di berbagai wilayah. Kondisi ini membuat proses distribusi bantuan menjadi kompleks, terutama untuk menjangkau kelompok masyarakat yang berada jauh dari pusat pengungsian.

Askar Kauny masih menemukan sejumlah wilayah yang membutuhkan dukungan lebih masif, di antaranya Kecamatan Wolowae, Kecamatan Aesesa Selatan, Kecamatan Keo Tengah, serta Desa Waikokak.

"Masih ada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan secara memadai. Banyak dari mereka berada di titik-titik pengungsian mandiri yang tersebar dan sulit dijangkau. Karena itu, selain memperkuat posko utama, kami juga berusaha menjangkau titik-titik yang minim bantuan," lanjut Afik.

Saat ini, Askar Kauny tengah melakukan pendataan kebutuhan darurat para penyintas untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi di lapangan. Sejumlah kebutuhan yang masih sangat diperlukan meliputi logistik pangan, air bersih dan air minum, family kit, baby kit, obat-obatan, matras, selimut, serta dukungan psikososial bagi para penyintas, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Askar Kauny akan terus melanjutkan respons kemanusiaan di Kabupaten Nagekeo dan berupaya memperluas jangkauan bantuan ke titik-titik pengungsian yang masih minim dukungan.

Di tengah kondisi pascabencana yang masih berlangsung, kebutuhan masyarakat Nagekeo bukan hanya bantuan untuk bertahan hari ini, tetapi juga rasa aman, perlindungan, dan dukungan untuk kembali bangkit.**


Editor : Firda Rachmawati