Pemprov Jabar Siapkan Jalur Alternatif hingga 65 Posko Siaga Mudik Lebaran 2026
Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 .
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 di ruas jalan provinsi. Langkah tersebut meliputi penyediaan jalur alternatif, pendirian posko siaga, hingga penyiapan unit tanggap darurat di sejumlah titik strategis.
Kepala DBMPR Jawa Barat, Agung Wahyudi mengaku telah memetakan sejumlah jalur yang dapat dimanfaatkan pemudik sebagai alternatif ketika terjadi kepadatan di jalur utama. Selain jalur alternatif, pemerintah juga menyiapkan jalur wisata yang diperkirakan akan ramai dilalui masyarakat selama libur Lebaran.
“Terdapat 24 link ruas jalan jalur alternatif dan 20 link ruas jalan jalur wisata,” ujar Agung, Senin 9 Maret 2026.
Untuk memperkuat pengawasan di lapangan, DBMPR Jawa Barat juga mendirikan puluhan posko siaga yang tersebar di sepanjang ruas jalan provinsi.
posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi pemantauan kondisi jalan sekaligus titik respons cepat apabila terjadi gangguan infrastruktur atau hambatan lalu lintas.
Menurut Agung, setidaknya terdapat 65 posko siaga yang disiagakan di berbagai wilayah Jawa Barat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
“Kami menyiapkan 65 posko siaga sebagai pusat koordinasi pemantauan kondisi jalan selama arus mudik dan balik Lebaran,” ucapnya.
Selain itu, DBMPR juga menyiapkan 19 titik Disaster Response Unit (DRU) atau unit tanggap darurat yang difungsikan untuk mempercepat penanganan ketika terjadi kerusakan jalan, bencana alam, maupun gangguan lain yang berpotensi menghambat arus kendaraan.
“19 lokasi DRU kami siapkan untuk mendukung penanganan cepat di lapangan," katanya.
Tak hanya itu, tim Unit Reaksi Cepat (URC) Bima Sakti juga diterjunkan untuk melakukan pemantauan sekaligus penanganan cepat terhadap berbagai potensi gangguan di ruas jalan provinsi.
Tim ini akan difokuskan pada kawasan perkotaan, jalur dengan volume kendaraan tinggi, daerah rawan kecelakaan, hingga wilayah yang memiliki potensi bencana.
“Kami menurunkan tim URC Bima Sakti untuk mengantisipasi kerusakan jalan di kawasan perkotaan, jalur dengan lalu lintas padat, daerah rawan kecelakaan hingga wilayah rawan bencana. Tim ini juga akan menindaklanjuti laporan masyarakat yang bersifat mendesak,” ujarnya.
Agung menegaskan, berbagai langkah tersebut disiapkan agar kondisi jalan provinsi di Jawa Barat tetap aman dan nyaman dilalui masyarakat selama periode mudik lebaran 2026. Pemerintah berharap dukungan infrastruktur dan kesiapsiagaan petugas di lapangan dapat meminimalkan gangguan perjalanan para pemudik.
Editor : JakaPermana

