Pemprov Jabar Siapkan Rp3 Miliar untuk Operasional Satgas Citarum Harum
Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Ahmad Heryawan mendukung penuh keberlanjutan program Citarum Harum, yang dinilai telah memberi dampak positif dalam upaya penanganan pencemaran Sungai Citarum.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Ahmad Heryawan mendukung penuh keberlanjutan program Citarum Harum, yang dinilai telah memberi dampak positif dalam upaya penanganan pencemaran Sungai Citarum.
BAM menegaskan perlunya perpanjangan masa kerja Satgas Citarum, dengan penguatan kelembagaan agar lebih efektif dalam mengoordinasikan berbagai pihak terkait.
Aher, sapaan Ahmad Heryawan menambahkan, Satgas yang dibentuk melalui Peraturan Presiden sebelumnya telah menjalankan tugas dengan baik. Namun ke depan, kelembagaan Satgas perlu diperkuat agar memiliki kewenangan lebih jelas, terutama dalam mengakses serta mengusulkan kebutuhan anggaran ke kementerian maupun lembaga terkait.
“Satgas tidak hanya mengoordinasikan pokja-pokja, tetapi juga harus bisa mengusulkan dan menentukan anggaran bersama Kementerian, Lembaga, maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ujar Aher di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 23 September 2025.
Dalam evaluasi, BAM mencatat kualitas air Sungai Citarum yang semula berada di kategori cemar berat kini menunjukkan perbaikan dengan indeks cemaran berada di angka 50-an. Targetnya, kualitas air dapat meningkat hingga level 60–70.
Selain persoalan limbah industri dan rumah tangga, BAM juga menyoroti masalah sampah yang masih menjadi akar pencemaran sungai. BAM mendorong percepatan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) modern seperti Sarimukti dan Legoknangka. Kedua fasilitas ini ditargetkan mampu mengolah 2.300 ton sampah per hari, atau setara 80–90 persen dari total timbulan sampah Bandung Raya.
BAM juga menekankan pentingnya penertiban jaring apung ikan yang jumlahnya melebihi kapasitas waduk.
“Waduk seharusnya menjadi media alami untuk membersihkan air. Namun jika jaring apung terlalu banyak, justru menjadi sumber pencemar baru,” ucapnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung operasional Satgas Citarum Harum meski ada pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat pada 2025.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman mengatakan, Pemprov akan menyiapkan dana sekitar Rp3 miliar dari APBD Perubahan 2025 untuk memastikan aktivitas Satgas tetap berjalan optimal.
“Meski anggaran dari lintas kementerian dipangkas, kami backup dari provinsi agar operasional satgas tidak terhenti. Minggu depan kami akan konsolidasi dengan berbagai pihak,” kata Sekda Herman.
Ke depan lanjut dia, titik berat program Citarum Harum tidak hanya bergantung pada Satgas, tetapi juga harus ditopang partisipasi masyarakat. Satgas diharapkan menjadi penggerak dan pemberi stimulasi, sementara masyarakat menjadi aktor utama dalam menjaga kebersihan sungai.
“Citarum Harum bukan sekadar proyek, melainkan kebutuhan dan kehormatan. Sungai adalah bagian dari peradaban yang harus kita jaga sebagai titipan untuk anak cucu,” kata dia.
Berdasarkan data terakhir, Indeks Kualitas Air (IKA) Sungai Citarum kini berada di angka 51, meningkat dibandingkan kondisi awal di angka 33 yang masuk kategori cemar berat. Target ke depan, kualitas air dapat terus ditingkatkan hingga mencapai level 60.
Selain soal partisipasi masyarakat, Pemprov Jabar juga meminta pemerintah pusat kembali memberikan dukungan anggaran pada 2026. Hal itu dinilai penting karena Sungai Citarum tidak hanya bermanfaat bagi warga Jawa Barat, tetapi juga menjadi sumber pasokan air bersih untuk Jakarta melalui Waduk Jatiluhur.
Dalam kesempatan itu, Pemprov juga menyoroti percepatan pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legoknangka. Proyek tersebut menunggu rekomendasi Kementerian ESDM terkait pembelian listrik dari hasil pengolahan sampah. Jika persetujuan keluar, pembangunan fisik ditargetkan bisa dimulai awal 2026.
“Dua hal penting yang kami harap mendapat dukungan adalah alokasi anggaran Citarum Harum 2026 dan percepatan Legoknangka. Selanjutnya kami akan tindak lanjuti melalui korespondensi resmi serta konsolidasi lintas pihak,” ujar Sekda Herman.
Dengan dukungan BAM DPR RI dan Pemprov Jawa Barat, program Citarum Harum diharapkan tidak hanya berlanjut tetapi juga semakin kuat secara kelembagaan demi mewujudkan sungai yang lebih bersih, sehat, dan bermanfaat bagi masyarakat.***
Editor : JakaPermana

