Pemprov Uji Coba Gaya Baru Peringatan May Day di Jabar
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mencoba gaya baru dalam memperingati May Day 1 Mei 2019 ini. Gaya baru itu ingin mengubah image, bukan sekadar dilaksanakan oleh pada pekerja namun melibatkan para pengusaha, pemerintah, hingga masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mencoba gaya baru dalam memperingati May Day 1 Mei 2019 ini. Gaya baru itu ingin mengubah image, bukan sekadar dilaksanakan oleh pada pekerja namun melibatkan para pengusaha, pemerintah, hingga masyarakat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat Ade Afriandi mengatakan, pihaknya akan mewujudkan kolaborasi tersebut melalui Demo Creation Labor (DCL) di Kantor Disnakertrans Jabar, Kota Bandung, Rabu (1/5/2019).
"Bahwa ini adalah dari, oleh dan untuk pekerja. Kita memfasilitasi dari pemerintah provinsi," ujar Ade via sambungan telepon, Selasa (30/4/2019).
Dia menyampaikan, akan ada 31 organisasi atau serikat pekerja yang turut serta pada kegiatan DCL ini. Diprediksi, sekitar 1.500 pekerja bakal hadir dan meramaikan kegiatan tersebut.
"Sebetulnya sih kalau kantor kami luas itu boleh dikatakan sekitar 5.000 orang akan hadir. Tapi karena fasilitas juga kita maksimalkanlah 1.000 atau 1.500 gitu," katanya.
Ade mengatakan, gagasan DCL bukan rancangan program tahun 2018. Namun, inisiasi tersebut muncul setelah dia bertugas menjadi Kepala Dinas Disnakertrans Jabar pada Maret lalu.
"Jadi tahun ini sebetulnya kita uji model supaya tahun 2020 ke depan kita kemas kegiatan ini dengan tepat baik penyelenggarannya, pelibatan serikat pekerja dan pekerja . Kemudian perusahaan, ya stake holder ketanagakerjaan lah," paparnya.
Dia menegaskan, pelaksanaan DCL ini pada prinsipnya bukan mengalihkan isu agar tidak ada buruh atau pekerja yang menggelar demo. Pihaknya ingin mennadikan momen Mau Day sebagai ajang kolaborasi dan juga evaluasi pertama.
Adapun pada pelaksanaannya terdapat empat kuadran kegiatan, pertama yaitu penyampaian aspirasi. Lantas, ada pula kegiata seni, di mana para pekerja yang memiliki bakat dapat menampilkan kebolehannya bernyanyi pada salah satu area yang disiapkan.
"Kemudian demo kuliner, demo kuliner hasil pelatihan keluarga pekerja. Atau serikat pekerja yang dilatih untuk pekerja mandiri. Hasilnya produk kulinernya ditampilkan sekaligus kita makan bersama," paparnya.
Sedangkan, kegiatan terakhir yaitu demo solution. Nantinya, pemerintah daerah dan pimpinan serikat pekerja akan membicarakan berbagai permasalahan yang dihadapi untuk menemukan jalan keluar. Selain itu, pihaknya juga akan membuka ruang bagi para pekerja untuk menyampaikan aspirasi.
"Demo juga kita buka ruangnya, cuma jangan di pinggir jalan kan ada publik ada masyarakat," ucapnya.
Ade juga belum dapat memastikan apakah akan terjadi demo di Gedung Sate pada pelaksanaan May Day nanti. Mengingat serikat pekerja yang akan hadir pada kegiatan DCL akan berdatangan tidak hanya dari Kota Bandung. Nantinya, mereka akan terpusatkan pada beberapa titik kumpul sebelum menuju Kantor Disnakertrans Jabar.
"Ternyata Titik kumpulnya bermacam-macam mereka itu, ada yang di Monju (Monumen Perjuangan Jawa Barat) ada yang di Saparua. Mereka pasti melalui Gedung Sate. Supaya bergembiranya sambil jalan. Tapi kita dorong ke teman teman jangan terlalu banyak gitu, karena nanti akan lambat perjalanannya," paparnya.
Disinggung terkait aspirasi yang akan disampaikan oleh serikat buruh, dia katakan, salah satunya adalah berkaitan dengan perlindungan tenaga kerja. Berkaitan dengan itu, salah satu yang akan dilakukan yaitu melakukan revitalisasi unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Pengawasan.
"Karena ini kan tadinya kewenangan kabupaten kota, dengan UU 23 kewenangan ini dipindah ke provinsi sejak 2018. Nah jadi kita akan menata sarana prasarana, SOP, kemudian SDM pengawas kecil, top skill pengawas dan anggaran. Itu kita akan tuntaskan di 2019," bebernya.
Sementara itu, Gubenur Jawa Barat Ridan Kamil mengucapkan selamat kepada pada buruh yang hendak memperingati May Day. Menurut dia, buruh atau pekerja adalah bagian penting dari pergerakan ekonomi bangsa ini.
"Perlindungan dan keberpihakan terus diperlihatkan oleh pemerintah, khususnya permerintah provinsi. Dan kita sambut May Day ini dengan kegembiraan karena pesan yang penting kan sampai dan mudah mudahan hal itu bisa menjadi sebuah tradisi," ujar Ridwan Kamil.
Emil -sapaan karib Ridwan Kamil- pun tidak bisa memastikan apakah Gedung Sate atau Kantor Gubernur Jabar akan terjadi aksi dari buruh atau tidak. Hanya saja, selama aspirasinya menjadi atensi pasti akan mendukung.
"Saya menghargai kalau kita mengekspresikannya dengan suatu yang positif. Komunikasi selalu dibuka tidak ditutup," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : Doni Ramdhani

