Pemudik di Jalur Nagreg Menurun, Apa Sebabnya?
Pemudik yang melewati Nagreg pada arus mudik Lebaran 2019 menurun dibandingkan pada tahun 2018 lalu, bahkan mencapai 30 persen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Pemudik yang melewati Nagreg pada arus mudik Lebaran 2019 menurun dibandingkan pada tahun 2018 lalu, bahkan mencapai 30 persen.
Humas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi mengatakan pada tahun lalu H-2 adalah puncak dari arus mudik melalui Nagreg, namun hingga saat lalu lintas masing lengang.
"Hingga pukul 20.00 wib, volume kendaraan mencapai 82.923, sedangkan pada 2018 ada 142.417 kendaraan, ada penurunan sebesar 30 persen," katanya di Posko Induk Dishub Kabupaten Bandung, Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Senin (3/6/2019).
Menurut Ruddy, dari angka tersebut kemungkinan malam ini hingga pukul 00.00 wib diprediksi akan ada sekitar 90 ribu kendaraan yang melintas di Jalan Nagreg.
"Dugaan awal puncak arus mudik H-4 jelang lebaran, pas mulai libur PNS, tapi belum terjadi, kondisi Cileunyi dan Rancaekek juga lancar, sepertinya tidak akan terjadi puncak arus mudik," ucapnya.
Hingga H-2, kendaraan yang tercatat melewati jalur Nagreg sebanyak 612.371 kendaraan, menurut Ruddy lancarnya jalur selatan disebabkan optimalnya Tol Trans Jawa di jalur utara dengan sistem one way.
"Pemudik sepertinya banyak yang beralih ke jalur utara, dengan begini ada beberapa pilihan alternatif jalan yang memudahkan pemudik untuk memilih rute yang digunakan," katanya.(Agung Fitu Budiana)
Editor : JakaPermana

