Pemulihan Bogor Selatan Dimulai
Pemkot Bogor berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp7,52 miliar untuk penanganan bencana angin puting beliung di Kecamatan Bogor Selatan yang terjadi beberapa waktu lalu. Hal tersebut terungkap dalam e
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor – Pemkot Bogor berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp7,52 miliar untuk penanganan bencana angin puting beliung di Kecamatan Bogor Selatan yang terjadi beberapa waktu lalu. Hal tersebut terungkap dalam ekspose penanangan bencana alam Bogor Selatan yang dipimpin Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (18/12/2018).
Bima mengatakan, anggaran tersebut terdiri dari dana Bantuan Tak Terduga (BTT) APBD Kota Bogor sebesar Rp1,450 miliar, Rp5 miliar bantuan Pemprov Jawa Barat, donasi masyarakat yang masuk ke rekening Dinas Sosial sebesar Rp347.601.246, serta ke rekening Solidaritas Bogor Rp763.795.513.
"Untuk APBD Kota Bogor digunakan untuk bantuan hunian sementara para korban sebesar Rp85,5 juta, kebutuhan pangan dapur umum di posko utama Rp35 juta, sandang kasur, selimut, tas sekolah dan perlengkapan Rp104 juta serta operasional petugas dan komunitas relawan Rp289,9 juta. Kemudian dibelanjakan untuk asbes 5.000 lembar dan terpal 1.000 lembar," ungkap Bima.
Bima melanjutkan, data terbaru jumlah rumah rusak di Bogor Selatan sebanyak 1.469 rumah yang terdiri dari 988 rusak ringan, 368 rusak sedang dan 113 rusak berat. Akan tetapi hanya ada 1.012 rumah yang memiliki alas hak, sementara 457 lainnya tidak memiliki alas hak.
"Kami klasifikasikan lagi jumlah korban berdasarkan alas hak ada 1.012 terdiri dari 92 rumah rusak berat, 305 rumah rusak sedang dan 615 rusak ringan. Nah untuk 457 rumah yang tidak memiliki alas hak terdiri dari 21 rumah rusak berat, 63 rumah rusak sedang dan 373 rumah rusak ringan," tambah Bima.
Bima menuturkan, Pemkot Bogor mengutamakan tiga azas penanganan bencana yaitu tepat sasaran, taat aturan dan trasparansi. Maka bantuan dari pemerintah melalui APBD hanya diberikan kepada korban yang memiliki alas hak. Dirinya tidak ingin bantuan yang diberikan malah tidak taat pada aturan.
"Tetapi yang tak memiliki alas hak juga mendapatkan bantuan melalui anggaran dari masyarakat atau penggalangan dana dari donatur. Salah satunya melalui Solidaritas Bogor itu. Bantuan juga ada dua, berupa material dan uang tunai yang dikirim langsung melalui rekening para korban. Untuk pencairannya setelah mereka melengkapi persyaratan. Kami lakukan ini agar meminimalisasi adanya penyelewengan juga agar tepat sasaran," tutur politisi PAN itu.
Bima menjelaskan, dana anggaran yang diterima masyarakat juga beda-beda berdasarkan kategori kerusakan dan verifikasi tim di lapangan. Selain uang tunai, bantuan juga datang berupa barang dari Kementerian Sosial (Kemensos) terdiri dari 100 paket family kit, 100 paket makanan anak, 250 lembar tenda gulung, 100 lembar kasur, 75 unit velbed, 24 paket kid ware, 24 paket food ware dan satu unit tenda serbaguna.
"Kemudian donasi barang dari masyarakat berupa 200 paket kasur dan selimut, 200 paket tas sekolah, 147 paket beras, 52 paket makanan anak, 498 dus mie instan, 179 lembar terpal, 129 dus minyak goreng, daging dan lainnya. Saya berharap semua berjalan sesuai azas yang dicanangkan. Sebab musibah yang menimpa wilayah Selatan Kota Bogor itu harus menjadi pelajaran bagi pemerintah maupun stakeholder lainnya untuk membangun sistem penanganan yang cepat," jelasnya.
Bima menegaskan, Pemkot Bogor sedang merancang sistem pendeteksi angin puting beliung. Jadi ada sistem pemantauan sebelum adanya kejadian angin puting beliung. Dengan program itu bisa melihat gejala beberapa jam sebelum angin puting beliung.
"Jadi saat gejala terdeksi, kami bisa menyampaikan peringatan ke wilayah yang akan terjadi angin puting beliung. Kami bisa persiapkan semua," pungkasnya.
Editor : inilahkoran

