Pendanaan Bencana Tidak Boleh Hanya Andalkan APBN, ITB Dorong Penguatan Pooling Fund Bencana
Kerugian akibat bencana di Indonesia yang dapat mencapai puluhan triliun rupiah per tahun dinilai tidak bisa lagi ditanggung hanya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Kerugian akibat bencana di Indonesia yang dapat mencapai puluhan triliun rupiah per tahun dinilai tidak bisa lagi ditanggung hanya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Akademisi ITB, Saut Aritua Hasiholan Sagala, menekankan pentingnya percepatan penerapan strategi pembiayaan dan asuransi risiko bencana untuk memperkuat ketahanan fiskal negara.
“APBN saja tidak akan pernah cukup untuk menutupi potensi kerugian tahunan yang bisa mencapai Rp50 triliun, belum lagi ancaman seperti perubahan iklim. Kita harus punya mekanisme pembiayaan yang memadai,” kata Saut.
Langkah transfer risiko mulai berjalan melalui program Asuransi Barang Milik Negara (BMN), yang memastikan aset negara seperti jembatan dan gedung pemerintahan mendapatkan perlindungan finansial ketika bencana terjadi. Dengan demikian, alokasi pemerintah bisa lebih fokus pada pemulihan masyarakat terdampak.
Ia juga menyoroti hadirnya pooling fund bencana (PFB) sebagai terobosan kebijakan. Meski kontribusinya terhadap pengurangan beban APBN belum besar dalam waktu dekat, PFB dinilai berperan penting sebagai penguat pendanaan, terutama ketika penyaluran anggaran pemerintah memerlukan waktu.
PFB harus dikaitkan secara integral dengan pemodelan risiko bencana sehingga mekanismenya dapat tepat sasaran. Menurut Saut, PFB juga perlu memberikan skema fleksibel yang mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat.
“Masyarakat mampu dapat didorong membeli asuransi perlindungan, sementara kelompok miskin bisa dibantu melalui subsidi atau bantuan langsung,” ujarnya.
Ia menegaskan penguatan pendanaan harus diiringi edukasi mitigasi hingga ke tingkat komunitas, termasuk memastikan masyarakat memilih lokasi tinggal yang aman. Saut menyebut strategi pembiayaan bencana yang kuat merupakan kunci meningkatkan ketahanan bangsa dalam menghadapi bencana di masa depan.
Editor : Ahmad Sayuti

